24-03-2011, 09:45 AM
mengubah menomoran Sarana sih boleh boleh aja, tapi apa gak bisa di buat lebih sederhana. Mungkin teknologi permesinan Indonesia masih ketinggalan tapi gimana kalo Indonesia ambil teknologi pernomoran nya saja.
Contohnya BNSF di amerika yang punya armada Lok lebih dari 6000 unit, mereka menggunakan penomoran 4 Digit, itu cukup. Toh yang perlu tahu hanya pegawai BNSF yang terkait dengan Sarana, kan jadi lebih sederhana saat di jalankan di lapangan.
Di Indonesia yang terjadi adalah masinis salah ambil lok, seharusnya CC 204 03 04, dia malah ambil CC 204 03 03. itu saja masukan nya soal penomoran sarana.
Mengenai gerbong aling2, jika memang itu adalah solusi sementara, maka lekaslah di carikan solusi final untuk mencegah kecelakaan, dan jika memang dirasa perlu lakukan revisi pada reglemen, monggo dilanjut.
OOT : apkakah moderator masih toleran terhadap Member yang meresahkan member lain?
Contohnya BNSF di amerika yang punya armada Lok lebih dari 6000 unit, mereka menggunakan penomoran 4 Digit, itu cukup. Toh yang perlu tahu hanya pegawai BNSF yang terkait dengan Sarana, kan jadi lebih sederhana saat di jalankan di lapangan.
Di Indonesia yang terjadi adalah masinis salah ambil lok, seharusnya CC 204 03 04, dia malah ambil CC 204 03 03. itu saja masukan nya soal penomoran sarana.
Mengenai gerbong aling2, jika memang itu adalah solusi sementara, maka lekaslah di carikan solusi final untuk mencegah kecelakaan, dan jika memang dirasa perlu lakukan revisi pada reglemen, monggo dilanjut.
OOT : apkakah moderator masih toleran terhadap Member yang meresahkan member lain?

