01-04-2011, 08:52 AM
(01-04-2011, 06:02 AM)fun_plano Wrote: Kalo ane se mending K3-nya aja dibanyakin dulu...terutama yang relasi SB-JR. Jadi nantinya ada KA relasi SB-PB ato SB-JR yang pagi, atau sebaliknya untuk sore. Kan K3 untuk ke wilayah timur tu baru ada sore seperti Sri Tanjung, Logawa, dan Tawang Alun, yang pagi gak ada dan tarifnya ikut tarif batas bawah. Coba kalo DAOP IX mengadopsi KA Penataran untuk jurusan SB-JR, jadi ya ke PB mungkin cuma 5rb dan ke JR 7-10rb, masyarakat kecil juga dapat angkutan murah. Efek yang lain mungkin stasiun-stasiun kecil non aktif seperti Kraton, Nguling, Jati dll akan aktif kembali.
usul yang bagus mas.
cuma sayangnya rute SB-JR yang tidak bersahabat yang membuat tidak adanya komuter untuk ute ini.
coba kalo datar2 aja mungkin KRD bisa dijadikan solusi yang baik untuk rute JR sampai PB atau SB-PB.
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

