04-04-2011, 09:43 AM
saya pengennya KA BIMA yg berangkat malam rangkaiannya adalah 2 kereta kelas argo (bukan yg sama seperti yg di pake anggrek), 1 KM1 full (tanpa ada kamar kru) jd lega dgn desain lounge, 1 Pembangkit tanpa ruang bagasi dan kru, dilengkapi panel surya di seluruh atap kereta. 1 Bagasi dilengkapi dengan ruang kru, ruang polsuska, ruang kondektur, dilengkapi atap tinggi yg bisa dibuka buat ngecek rangkaian dsbnya, dilengkapi dengan panel surya sisanya adalah kereta tidur dengan fasilitas tv dan dvd player+speaker kecil ato sedang, ranjang lipat yg bisa jd kursi (harus empuk, nyaman), kamar mandi higienis, bagasi dalam kamar/rak barang, pintu masuk kamar model geser ke samping, jendela besar, separuh bagian atas harus bisa dibuka (buat motret ato bikin video) separuh ke bawah permanen, ac dan kipas angin otomatis (ac nyala kipas mati, kipas nyala ac mati) jd buat yg merokok lbh gampang. fasilitas kamar untuk 4 orang ato 1 kamar di pake sendiri (harga disesuaikan), tarif tetap dan pasti karena sudah pasti mahal (jd hari raya dan liburan tidak ada tarif atas ato bawah) tarif naik mengikuti situasi dan kondisi tertentu. gps di loko+kamera video yg terintegrasi dgn tv di kamar penumpang (jd bs liat lgsng keadaan di depan lok). kira2 begitu maunya saya, untuk nama sya pilih BIMA SATRIA UTAMA warna eksterior dan interior bernuansa biru dan putih. RELASI JAKK-GMR-PWT-KTA-YK-SLO-MN-SGU, berangkat jam 16:00/15:30. Untuk BIMA yg kelas argo tanpa kamar tidur relasi tidak berubah/tetap sama seperti kalo masih berangkat malam, hny jdwnya aja yg dirubah jd jam 05:00 ato 04:30. Rangkaian kereta dengan susunan diatas hanya diterapkan di BIMA malam, ABA malam, 1 Kereta baru tujuan BW dari JAKK, PWT, KTA, YK, SLO, MN, SGU, JR, BW, 1 Kereta baru tujuan ML dari JAKK, PWT, KTA, YK, SLO, MN dstnya smp ML. Jadi nanti ada Gajayana Pagi, BIMA Pagi, ABA pagi yang kelas Argo, yg malam kelas UTAMA. Setuju gak????
![[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]](http://i1118.photobucket.com/albums/k620/nearistudiosoerabaia/00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg)
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.

