21-04-2011, 11:48 PM
(21-04-2011, 10:33 PM)BB 30501 Wrote:(21-04-2011, 04:49 PM)Joe_cn Wrote:(20-04-2011, 11:31 AM)cc 204 18 Wrote:(20-04-2011, 05:05 PM)BB 30501 Wrote:(20-04-2011, 12:37 PM)phadeen Wrote: Oya nyaris lpa
dgn lbih bykanya k1 drpd k2, bkankh brarti s muttim sdh naik kasta dri kereta campuran mnjdi kereta eksekutif satwa?
Setahu gw bukan itu parameternya bro..
parameter perubahan k1 + k2 menjadi full k1 tu banyak bro salah satunya tentu saja okupansi dan pangsa pasar
untuk KA Muttim yg dilewati kebanyakan daerah dengan masyarakat menengah ke bawah, ,terbukti dengan rendahnya okupansi KA ini baik K1 maupun K2
jadi kalo secara tiba2 dinaikkan menjadi full K1 malah membunuh KA ini sendiri
Setuju saya rasa Muttim sangat susah untuk dijadikan k-1 semua atau k-2 semua.
Untuk saat ini Muttim sudah sangat cocok formasinya, [b]k[b]alo masalah okupansi mungkin itu cuma masalah harga saja.[/b][/b]
bener bgt tuh broo
image KA Muttim baik k2 maupun k1 di daerah DAOP IX n BW khususnya tu KA mewah dengan tarif selangit
penumpang cenderung memilih KA Sritanjung yg harga tiketnya hanya separuh dari tiket K2 Muttim
Jangankan yang di BW, lha orang Surabaya saja kalau mau ke arah timur mau pake MutTim saja pikir - pikir dulu... Kalau nggak terdesak rata - rata pada pilih Sri Tanjung atau Logawa...
Coba kalau misalnya si MutTim ada kelas ekonomi plus nya seperti Malabar...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...

