(11-05-2011, 01:20 PM)Ken Aditya Wrote: Petak Kalisat-Sempolan 30 km/jam,salah satunya. Hm, mungkin salah ketik pernyataan di atas, penumpang yang pake pesawat tidak terlalu banyak, karena sekarang masih pesawat kapasitas kecil, dengar-dengar pake foker? Mohon koreksi. Tapi suatu masa mendatang siapa yang bisa meramalkan perkembangan Banyuwangi?
Untuk wilayah Banyuwangi penumpang untuk lari ke pesawat sangat kecil sekali.
Tapi kalo untuk ke kereta api pastinya banyak.
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(11-05-2011, 09:40 PM)Ken Aditya Wrote: Nieh taspat + bantalan yang ada.
Banyuwangi Baru-Karangasem (bantalan beton+R42) = 80 km/jam.
Karangasem-Temuguruh (bantalan kayu+R42) = 70 km/jam.
Temuguruh-Kalibaru (bantalan kayu n bantalan besi+R42) = 60 km/jam.
Kalibaru-Sempolan (bantalan kayu, besi, n beton+R42) = 40 km/jam.
Sempolan-Kalisat (bantalan kayu n besi+R42) = 30 km/jam.
Kalisat-Jember (bantalan kayu, besi n Beton(kebanyakan)+R42)= 50 km/jam.
Jember-Rambipuji (bantalan beton+R33) = 60 km/jam.
Rambipuji-Randuagung (bantalan beton+R54) = 50 km/jam.
Randuagung-Leces (bantalan beton+R54) = 70 km/jam.
Leces-Pasuruan (bantalan beton+R33) = 60 km/jam.
untuk lintas Rambipuji-Randuagung, karena belum di MTT 3 kali. Sementara tidak bisa dilewati dengan kecepatan maksimal...
Copy paste nieh????
ini dengan siapa ya??

