07-06-2011, 07:33 AM
seperti yang sudah pernah saya utarakan sebelumnya, jalan tol itu pasti terus bertambah. itu sudah takdir sebuah negara yang sedang melangkah maju. dan jangan terlalu skeptis dengan jalan tol.
mari kita ambil contoh jepang. di jepang saja data terakhir menunjukkan 7000 km jalan merupakan tol. sementara panjang jalan biasanya mencapai 1,2 juta km. perbandingannya dengan jalan kereta seluruh negri mencapai sekitar 22ribu km dengan sekitar 2000 an km adalah kereta cepat.
nah, lantas berapa persen share kereta dibanding moda lain di jepang? berdasarkan data dari sini, berikut ini adalah share penumpang dan barang di jepang dari berbagai moda:
penumpang: ka=32% bus=8% mobil=52% pesawat=8%
barang: ka=4% truk=56% kapal=42%
poin pentingnya: jepang yang perkeretaapiannya sangat2 maju itu, ternyata masih sangat bergantung dengan moda jalan raya. tetapi memang tidak sedominan di indonesia yang hampir 98 % nya adalah lewat jalan sementara hanya 2% yang lewat rel.
lantas bagaimana? kembali kepada kebijakan makro transportasi di indonesia supaya persaingan berjalan dengan fair. misal, kalau kereta tidak pakai bbm subsidi, mestinya kendaraan darat lain juga dunk? lalu, kalau kereta kena cas uang TAC kalau lewat rel, bus/truk juga harus kena uang lewat jalan.
2 kebijakan diatas saja direvisi, persentase share kereta di indonesia bisa melonjak sampai 2 kali lipat atau lebih (mungkn bisa 10%?) tetapi tetap tidak bisa mengalahkan jalan raya karena panjang dan jangkauannya yang lebih dominan.
mari kita ambil contoh jepang. di jepang saja data terakhir menunjukkan 7000 km jalan merupakan tol. sementara panjang jalan biasanya mencapai 1,2 juta km. perbandingannya dengan jalan kereta seluruh negri mencapai sekitar 22ribu km dengan sekitar 2000 an km adalah kereta cepat.
nah, lantas berapa persen share kereta dibanding moda lain di jepang? berdasarkan data dari sini, berikut ini adalah share penumpang dan barang di jepang dari berbagai moda:
penumpang: ka=32% bus=8% mobil=52% pesawat=8%
barang: ka=4% truk=56% kapal=42%
poin pentingnya: jepang yang perkeretaapiannya sangat2 maju itu, ternyata masih sangat bergantung dengan moda jalan raya. tetapi memang tidak sedominan di indonesia yang hampir 98 % nya adalah lewat jalan sementara hanya 2% yang lewat rel.
lantas bagaimana? kembali kepada kebijakan makro transportasi di indonesia supaya persaingan berjalan dengan fair. misal, kalau kereta tidak pakai bbm subsidi, mestinya kendaraan darat lain juga dunk? lalu, kalau kereta kena cas uang TAC kalau lewat rel, bus/truk juga harus kena uang lewat jalan.
2 kebijakan diatas saja direvisi, persentase share kereta di indonesia bisa melonjak sampai 2 kali lipat atau lebih (mungkn bisa 10%?) tetapi tetap tidak bisa mengalahkan jalan raya karena panjang dan jangkauannya yang lebih dominan.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
