12-08-2011, 11:35 AM
(30-05-2011, 10:01 PM)Adi Sutjipto Wrote: [spoiler]Saran yang sangat berharga dari Pak adi.
Teman,
Ikut naik di ketel,
selain resiko lebih besar, terutama jika rangkaian masih menggunakan rem manual, yang dioperasikan oleh "master rem",
yang membahayakan tapi tidak kasat mata adalah, bubuk atau serbuk atau istilahnya, gram besi.
Coba anda perhatikan rel, selalu ada bubuk halus besi nya yang berwarna putih bukan ?
terutama, jika baru saja dilalui oleh rangkaian kereta ?
Ini yang membahayakan, jika tidak memakai penutup hidung atau masker.
Lihat saja, mereka yang berdinas di kereta bbm, selain memakai jaket pelindung, kadang badannya diikatkan ke besi pegangan, agar tidak terlempar keluar, semua pasti memakai kain pelindung atau masker.
Ini agar tidak menghirup bubuk besi yang ditimbulkan akibat gesekan roda besi dengan rel, dan terhirup sepanjang jalan.
Efeknya, ya mungkin nanti, 10 atau 20 tahun kemudian.
Makanya, kita salut dengan pengabdian mereka, panas kepanasan, hujan kehujanan, belum lagi ancaman pelemparan batu dan dinginnya angin, terutama di malam hari.
Salam 35 !
[/spoiler]
tapi apa mau dikata pak, namanya juga uda kena Virus Kereta, para RF uda seperti rela mati demi kereta....
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN


[/spoiler]