16-09-2011, 10:15 PM
(18-09-2008, 11:46 PM)shandy Wrote: ya memang sebagai railfans semangatnya mungkin tidak hanya JR saja tapi kalau memungkinkan setiap kota memiliki rangkaian sendiri sebagai pilihan angkutan masal ke ibukota, namun ya seperti yang sedang dibahas sebelumnya pihak KAI punya beberapa pertimbangan knapa sampai sekarang belum dibuat trayek JAKK-JR ya salah satunya biaya operasionalnya mahal seperti yang dikatakan kahumas DAOP 9 o/ saudara BB30135, selanjutnya soal ganti lok selama HSD nya cukup u/ pjalanan sampai jembe, tracknya mendukung dilewati loko sekelas CC dan kru-nya kuat" ya sah" saja tanpa penggantian.Banyak kendalanya...
ya paling tidak kita disini bisa nuangin ide" pendapat dari masalah" itu getu. :gembira:
1. Para turis pun gak mancanegara atau juga domestik pasti kelelahan dengan lamanya perjalanan meski menikmati seindah2nya panorama alam Indonesia dalam hal ini pulau Jawa karena cuma duduk manis berjam2 semisal 2 hari sampai pantat pegelnya bukan main. Makanya banyak turis yg cuma mengakhiri perjalanan di Surabaya sedari Jakarta. Begitu juga sebaliknya. Begitu juga yg naek Mutiara Timur.
Makanya pr turis memilih naik pesawat Jakarta - Denpasar atau sebaliknya ketimbang jalan darat + nyeberang laut Bali atau pun juga naek kapal laut.
2. Para pekerja kantoran pasti maunya serba cepat. Jadi mereka memilih pesawat utk mengejar deadline di perusahaan masing2. Naek ABA terus sambung Mutiara Timur misalnya yah... sah2 aja... Tapi apa wajar meskipun di Jember ada tujuan bisnis mrk yg biasa kerja di jok item dg ukuran panjang dan lebar meja kerja yg selayaknya disapa pak / bu dirut, komisaris, dll tp harus naek KA dr Jakarta?
Jadi wajar kalau sekiranya cuma railfans dan reporter pastinya yg bisa menikmati perburuan dan perjalanan dg KA selama apapun itu.
Ada kecualinya... seperti yg dikutip di MKA lupa edisi brapa yg mengenai KA di benua hitam Afrika dan negara Kanada dg lama waktu tempuhnya sampai berhari2... krn mrk sudah menyuguhkan fasilitas memadai selain kereta utk pemandangan dan lounge dan tentunya menu2 standar internasional. Oya sama wisata pemandangan alam negara mrk masing2 dg penginapan hotel yg memadai saat si KA tsb harus bermalam juga. Lalu... apakah PT. KA sudah bisa memberi fasilitas demikian?

