23-09-2011, 06:40 PM
(23-09-2011, 01:31 PM)see_204XX Wrote:Nah ini dia, bener juga memang hal yang seperti ini susah untuk dipecahkan.(23-09-2011, 01:08 PM)priyanto zig Wrote: [spoiler]Nah itu dia yg masih jd pertanyaan saya. Sebagai contoh kayak Logawa. Penumpang Logawa dr PWT sepertinya banyak yg turun di LPN, SB. Apa hanya berbekal informasi dr PWT kalo KA dah penuh trus penumpang dr KT yg mau ke MN ato SB nggak bisa naik sementara di LPN penumpang yg turun lebih banyak dr yg naik...? Apa nanti K3 akan seperti K1 dimana penumpang akan ditanya & dilist dlm tabel dimana mereka akan turun...? Dan apakah nantinya KP akan menginformasikan jumlah tempat duduk yg masih teralokasi ke stasiun2 pemberhentian selanjutnya...? Mudah2an sajah...
itung ngawur :
panjang 1 kereta = 20 m
panjang 1 lokomotif = 14 m
jadi 1lok + 15 kereta = 14 + 15 x 20 = 3014 m buset dah
tapi g mana nanti dg penumpang yg naik dari sta kecil jika ka sudah penuh.[/spoiler]
Dilakukan perjathan tiap Daop pun serasa sangat susah karena banyak penumpang dari PWT mengunakan logawa untuk tujuan jogja...
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

