30-09-2011, 06:42 PM
(30-09-2011, 06:17 PM)ady_mcady Wrote: misalnya ada kasus seperti ini: ka gaya baru sudah "full tank" alias penuh penumpang selepas jombang. dan dari seluruh penumpang yang ada itu katakanlah ada beberapa yang turun solo dan yogya.
berarti selepas jombang sampai solo mestinya bablas terus ya? lha wong nggak ada yang turun (apalagi naik. karcis sudah habis), ngapain juga berhenti di kts, nj, mn dll.
nah, selepas solo dan yogya, pasti ada karcis yang sudah hangus karena penumpang turun, lalu stasiun kutoarjo boleh menjual sebanyak penumpang yang telah turun di yogya dan solo. begitu seterusnya.
begitu nggak ya?
Wah, kalau begitu ini penjualan tiketnya bener-bener jadi makin kompleks dong ya? Kan harus diitung berapa puluh yang turun di stasiun A, berapa yang turun di stasiun B. Hmm, kalau saya lihat, kok ribet juga ya?

Tapi kalau benar seperti itu, waaah, super sekali!!!

Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

