07-10-2011, 09:11 PM
(07-10-2011, 08:33 PM)pinguin Wrote:(06-10-2011, 03:49 PM)bonbon Wrote: apa akibat kebijakan ini akselerasi loko jadi lebih cepat (krn jumlah penumpang "pas") dan komponen2 (termasuk HSD) di loko jauh lebih hemat ?l
di bantu jawaban nya kaka, sayah nubie soal gini'an
pake logika sederhana saja...setiap mesin dibuat dengan spesifikasi tertentu, ada batas kekuatannya...loko mestinya juga begitu...punya kekuatan untuk menarik beban dengan jumlah tertentu..kereta penumpang jg begitu...pasti punya kapasitas angkut maksimal.
contoh sederhana, kalo punya mobil atau motor...coba dibaca manual book-nya...pasti ada beban maksimal yg diangkut.
kalau semua diikuti...tdk overload, komponen mesin juga awet.
bisa jadi para petinggi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa jadi ter inspirasi dari logo barunya yg seperti kapal laut dimana penumpang atau barang benar2 sangat perhatikan kapasitas muat dan bobotnya, bila melebihi dari "manual book" tersebut, siap2 celaka lah...
Apa ini juga bagian dari Rekomendasi KNKT akibat kejadian-kejadian PLH sebelumnya ???
Mohon dibantu jawabannya, masih nubie soal gini'an. terima kasih
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar

