10-10-2011, 09:15 AM
(09-10-2011, 10:51 PM)Bangunkarta Wrote: keknya mereka disamping bayar TAC tetep pengen bayar IMO juga (di satu sisi... banyak keluhan operator bahwa operator diwajibkan bayar charge track dan pembiayaan infrastruktur yang membuat pelayanan mereka menjadi ngga optimal, karena banyak alokasi anggaran yg dikeluarkan pada hal yang "katanya" seharusnya menjadi wilayah regulator).. apakah ini operator belum rela status monopoli-nya hilang???? koq sikap operator jadi kontradiktif gini???
kan kalo cuman TAC lebih enak.... alokasi dana yg selama ini untuk IMO bisa dialokasikan untuk pengembangan (R&D) dan perbaikan fasilitas secara menyeluruh pada KA KA komersial..... cuman ya harus siap, kalo ada penantang serius....
cuman koq rasanya.... aneh juga operator pertama yang telah makan asam-garam dunianya.... dan asetnya segitu besar....masa takut dengan nubieini semua kan demi kepentingan yang lebih besar... dan demi terwujudnya profesionalisme di perkeretaapian
Yg jelas kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tetap impas2an antara TAC & IMO tarif K1 & K2 selamanya tetep tarif dewa, kayak postingan di bawah ini :
(06-10-2011, 11:12 PM)Illia Wrote: wkwkw nunggu tarip tol naik? nanti travel jadi 90rb?
lalu gopar mau bersaing lebih dewa lagi jd 100rb?
yang penting primajasa msh 45-50rb
dan Travel depan kost masih 65rb
Terus terang saya nggak abis pikir, mainan monopoli koq kelamaan yak...?

"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
![[Image: 10p0h7r.jpg]](http://i37.tinypic.com/10p0h7r.jpg)
![[Image: 10p0h7r.jpg]](http://i37.tinypic.com/10p0h7r.jpg)


ini semua kan demi kepentingan yang lebih besar... dan demi terwujudnya profesionalisme di perkeretaapian