10-10-2011, 09:55 AM
(09-10-2011, 10:51 PM)Bangunkarta Wrote: keknya mereka disamping bayar TAC tetep pengen bayar IMO juga (di satu sisi... banyak keluhan operator bahwa operator diwajibkan bayar charge track dan pembiayaan infrastruktur yang membuat pelayanan mereka menjadi ngga optimal, karena banyak alokasi anggaran yg dikeluarkan pada hal yang "katanya" seharusnya menjadi wilayah regulator).. apakah ini operator belum rela status monopoli-nya hilang???? koq sikap operator jadi kontradiktif gini???yah inilah "keunikan" n "keunggulan" operator sarana kita mas dan akhirnya lagi2 konsumen yang jadi korban apalagi posisi konsumen di Indonesia ini tergolong sangat lemah.
kan kalo cuman TAC lebih enak.... alokasi dana yg selama ini untuk IMO bisa dialokasikan untuk pengembangan (R&D) dan perbaikan fasilitas secara menyeluruh pada KA KA komersial..... cuman ya harus siap, kalo ada penantang serius....
cuman koq rasanya.... aneh juga operator pertama yang telah makan asam-garam dunianya.... dan asetnya segitu besar....masa takut dengan nubieini semua kan demi kepentingan yang lebih besar... dan demi terwujudnya profesionalisme di perkeretaapian


ya smoga aja dengan pemisahan itu baik KAI maupun pemerintah sadar diri dengan main jobnya masing2 deh
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(10-10-2011, 09:15 AM)see_204XX Wrote: Yg jelas kalo PT. Kereta Api (Persero) tetap impas2an antara TAC & IMO tarif K1 & K2 selamanya tetep tarif dewa
kira2 kalo KAI cm kena TAC doank tarifnya bakalan turun berapa persen ya?

ato malah tetep segitu sebagai ajang "BALAS DENDAM" n cari untung sebesar2nya


