10-10-2011, 06:45 PM
(08-10-2011, 08:07 PM)dany cristian Wrote: kalo soal railfans yang kecintaannya menurun saya kira g begitu ya mas...mereka mengatakan bus lebih baik emank itu kenyataannya n memilih "membelot" ke bus karena pola pikir yang RASIONAL donk ( dengan harga yg lebih murah namun pelayanan lebih prima )
kalo pelayanan yang diberikan KAI masih gt2 aja jangan harap bisa menang lawan "penguasa kawasan muria" deh...KA cm menang waktu tempuh doank.....konsumen jalur darat g sekedar mengharapkan kecepatan n ketepatan waktu namun kenyamanan dengan harga "murah" sangat mereka butuhkan ( ini yang hilang dr KA )....kalo sekedar mau cepet ya tinggal "mabur" aja tho.
( just my opinion )
waduh...yang ane komenin ternyata salah satu master di sini tho....maaf kalo komen saya salah mas.
Saya perhatikan, memang ini (yang digaris bawahi) yang jadi alasan mengapa banyak kaum muda yang beralih ke bus. Tapi bagi yang sudah mapan, tetap tak terpengaruh karena mereka tetap naik KA. Dan lagipula, KA tidak cuman lewat pantura doang...
Saya sendiri belakangan juga agak kurang sreg dengan KA, dan cenderung beralih minat ke... Desain Rumah! Eh...nyambung nggak??

Sebenarnya yang paling terancam dengan keberadaan tol trans-Jawa itu bukanlah KA, melainkan ketahanan pangan kita.
Contoh paling nyata adalah daerah Karawang, yang secara tradisional dulunya adalah daerah lumbung padi nasional. Sampai-sampai Belanda membuat jaringan feeder 600mm cuman buat angkutan beras (padahal orang bule nggak makan nasi).
Tapi begitu dibikin jalan tol Jakarta-Cikampek, sekarang daerah Karawang malah jadi lumbung pabrik!
Sialnya tak satupun pabrik itu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.Banyak politisi yang menganggap remeh ini, dan menganggap bahwa impor beras dari Thailand atau Vietnam bisa memecahkan masalah. Tapi kan politisi-politisi itu kan cuman mikiri kepentingan perut mereka, dan mengorbankan rakyat yang tadinya memilih mereka?
Banyak kawan-kawan ahli pertanian yang mengatakan, tanah pulau Jawa adalah tanah paling subur se-Indonesia, dan mustahil kita bisa memproduksi beras lebih banyak dari pulau Jawa jika ditanam di pulau kaya Sumatera atau Kalimantan.

