16-10-2011, 01:14 PM
(10-10-2011, 09:00 PM)dany cristian Wrote: lhah...koq malah mundur mas?
bukannya kalo dibikin kaya' gt ntar sistem kerjanya mirip Angkasa pura,,so operator sarana bisa fokus ke main job nya donk mas....kalo mereka menguasai track berarti harus punya jalur sendiri donk?CMIIW
Jangan bandingkan dengan pesawat. Kalau kereta beda lagi. Pemisahan operator dan pemilik track bisa diilustrasikan seperti ini:
rumah nya punya anda, tapi tanahnya punya orang lain. (Mirip di Singapore, dimana warga disana tidak boleh punya tanah, mereka hanya boleh sewa max 99 tahun).
Kalau perusahaan KA tambang, umumnya mereka menginginkan track juga milik mereka. Karena kalau track bukan milik mereka, bisa agak ribet.
Tapi kalau cuman perushaan KA kelas teri yang angkutannya hanya KA penumpang atau KA barang ringan, mereka tidak perlu/ingin punya track sendiri.
Kelebihan punya track sendiri:
-lebih mudah mengatur jadwal KA/Gapeka.
-KA punya perusahaan dapat prioritas.
-punya hak untuk menolak KA perusahaan saingan masuk jalur mereka.
Kekurangan punya track sendiri:
-capital cost/modal awal tinggi.
-bisa jadi persoalan birokrasi.

