10-12-2011, 06:50 AM
[spoiler=Rute Kargo Cicurug - Jakarta Dibuka]
JAKARTA - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) segera buka rute baru. Perusahaan BUMN itu butuh waktu satu sampai dua tahun untuk mengubah fungsi rute Cicurug - Jakarta yang semula untuk transportasi penumpang menjadi kargo. Dana yang dibutuhkan untuk alihfungsi sedikitnya Rp 100 miliar per kilometer rel oleh pemerintah.
’’Sebelumnya rute Cicurug (Sukabumi) menuju Jakarta Kota itu untuk penumpang, tetapi tidak maksimal karena hanya satu trip sehingga boleh kita manfaatkan juga untuk kargo,’’ kata Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignatius Jonan setelah penandatanganan kerjasama dengan PT Tirta Investama untuk pengangkutan kargo di Jakarta, Jumat (9/12).
Dia menyebutkan saat ini kondisi rel memang hanya mampu menahan beban penumpang bukan kargo. Karena itu, pemerintah melalui dana APBN untuk memperkuat rel dan tiga jembatan yang dilalui.
Menurut Jonan, Cicurug dekat dengan pabrik PT Tirta Investama (Aqua) sehingga dia menyambut baik kerjasama pihaknya dengan Aqua. ’’Pabrik dekat sekali dengan stasiun sehingga pengangkutan kargo ke Jabodetabek bisa lebih cepat dan mengurangi polusi kendaraan truk kargo,’’ kata Jonan. Dia mengaku saat ini juga mencari skim yang tepat sehingga baik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT Tirta Investama sama-sama untung. ’’Pokoknya tidak merugi, kami siap,’’ ujarnya.
Untuk memperkuat rel serta mengalihfungsikan menjadi rel kargo, Jonan butuh waktu satu sampai dua tahun. Tahap pertama yakni menyusun DED oleh pemerintah dalam hal ini Ditjen Kereta Api, cukup selama satu tahun kemudian tahapan konstruksi. ’’Jadi akhir 2013 sudah bisa beroperasi,’’ katanya.
Dalam kesempatan sama, Customer Service and Logistic Director PT Tirta Investama, Mochammad Bimo menjelaskan, sampai saat ini Jabodetabek dan Jawa Barat masih menjadi daerah yang memiliki kebutuhan tinggi dalam konsumsi air minum dalam kemasan. ’’Sekitar 55 persen dari total volume Aqua secara nasional,’’ kata Bimo.
Dia menambahkan, keberadaan sarana transportasi alternatif untuk membawa produk Aqua dengan menggunakan kereta api angkutan barang bagi pihaknya sangat penting. Sebab, dapat mengurangi emisi karbon dan membantu meringankan masalah kepadatan lalu lintas, terutama di Sukabumi - Ciawi.
Bimo juga mengaku pihaknya akan mendukung sarana transportasi kereta api tidak sampai di sini saja. ’’Rencana jangka panjang kami akan membuat jalur kereta api langsung dari pabrik kami dan bersambung dengan rel yang sudah ada, jadi begitu keluar dari pabrik sudah pakai rel,’’ kata Bimo.
[/spoiler]
’’Sebelumnya rute Cicurug (Sukabumi) menuju Jakarta Kota itu untuk penumpang, tetapi tidak maksimal karena hanya satu trip sehingga boleh kita manfaatkan juga untuk kargo,’’ kata Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignatius Jonan setelah penandatanganan kerjasama dengan PT Tirta Investama untuk pengangkutan kargo di Jakarta, Jumat (9/12).
Dia menyebutkan saat ini kondisi rel memang hanya mampu menahan beban penumpang bukan kargo. Karena itu, pemerintah melalui dana APBN untuk memperkuat rel dan tiga jembatan yang dilalui.
Menurut Jonan, Cicurug dekat dengan pabrik PT Tirta Investama (Aqua) sehingga dia menyambut baik kerjasama pihaknya dengan Aqua. ’’Pabrik dekat sekali dengan stasiun sehingga pengangkutan kargo ke Jabodetabek bisa lebih cepat dan mengurangi polusi kendaraan truk kargo,’’ kata Jonan. Dia mengaku saat ini juga mencari skim yang tepat sehingga baik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT Tirta Investama sama-sama untung. ’’Pokoknya tidak merugi, kami siap,’’ ujarnya.
Untuk memperkuat rel serta mengalihfungsikan menjadi rel kargo, Jonan butuh waktu satu sampai dua tahun. Tahap pertama yakni menyusun DED oleh pemerintah dalam hal ini Ditjen Kereta Api, cukup selama satu tahun kemudian tahapan konstruksi. ’’Jadi akhir 2013 sudah bisa beroperasi,’’ katanya.
Dalam kesempatan sama, Customer Service and Logistic Director PT Tirta Investama, Mochammad Bimo menjelaskan, sampai saat ini Jabodetabek dan Jawa Barat masih menjadi daerah yang memiliki kebutuhan tinggi dalam konsumsi air minum dalam kemasan. ’’Sekitar 55 persen dari total volume Aqua secara nasional,’’ kata Bimo.
Dia menambahkan, keberadaan sarana transportasi alternatif untuk membawa produk Aqua dengan menggunakan kereta api angkutan barang bagi pihaknya sangat penting. Sebab, dapat mengurangi emisi karbon dan membantu meringankan masalah kepadatan lalu lintas, terutama di Sukabumi - Ciawi.
Bimo juga mengaku pihaknya akan mendukung sarana transportasi kereta api tidak sampai di sini saja. ’’Rencana jangka panjang kami akan membuat jalur kereta api langsung dari pabrik kami dan bersambung dengan rel yang sudah ada, jadi begitu keluar dari pabrik sudah pakai rel,’’ kata Bimo.

