19-12-2011, 06:54 PM
[spoiler=Inka Terima Pinjaman Pengadaan 1.200 Gerbong Kereta]
JAKARTA - MICOM : Pusat Investasi Pemerintah (PIP) memberikan pinjaman modal kerja untuk pengadaan 1.200 unit gerbong tipe PPCW (gerbong tanpa atap dan dinding) PT Industri Kereta Api (Inka). Pemberian pinjaman modal kerja dilakukan dengan penandatanganan perjanjian investasi bersama antara PIP dan Inka di Madiun, Senin (19/12).
"Setelah melalui kajian dan analisa kelayakan, jumlah dana investasi yang disediakan Pusat Investasi Pemerintah sebagai pinjaman modal kerja kepada PT Inka adalah Rp 118,5 miliar," kata Manajer Komunikasi Perusahaan PIP Anne Handayani, melalui siaran persnya, Senin.
Inka sebelumnya memenangkan proyek pengadaan unit gerbong dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Namun, untuk memenuhi proyek tersebut, Inka membutuhkan pinjaman modal kerja untuk menutup kekurangan pembiayaan proyek 1.200 unit gerbong PPCW.
"Peran serta PIP dalam pembiayaan ini merupakan salah satu kerja sama strategis guna meningkatkan posisi tawar PT Inka dalam menghadapi pesaing asing ketika mengikuti tender PPCW," ungkap Anne.
Pinjaman investasi dalam bentuk pinjaman modal kerja tersebut berjangka waktu 20 bulan terhitung sejak 19 Desember 2011 sampai 30 Juli 2013 dengan tingkat bunga 9,75%.
PT Inka merupakan satu-satunya badan usaha milik negara (BUMN) produsen kereta api di Indonesia dan Asia Tenggara dengan jenis kereta berupa railbus untuk angkutan perkotaan dan lokomotif diesel. Pengguna produk Inka adalah PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Pangsa pasar Inka sangat potensial dengan adanya proyek kereta Bandara Kualanamu, Medan, proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta-Manggarai, pengembangan bisnis PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam jasa angkut barang, pengadaan kereta listrik Jabodetabek, dan perawatan gerbong PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Selain pasar dalam negeri, Inka mengekspor produknya ke Thailand, Singapura, Australia, Bangladesh, dan Malaysia.
[/spoiler]
"Setelah melalui kajian dan analisa kelayakan, jumlah dana investasi yang disediakan Pusat Investasi Pemerintah sebagai pinjaman modal kerja kepada PT Inka adalah Rp 118,5 miliar," kata Manajer Komunikasi Perusahaan PIP Anne Handayani, melalui siaran persnya, Senin.
Inka sebelumnya memenangkan proyek pengadaan unit gerbong dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Namun, untuk memenuhi proyek tersebut, Inka membutuhkan pinjaman modal kerja untuk menutup kekurangan pembiayaan proyek 1.200 unit gerbong PPCW.
"Peran serta PIP dalam pembiayaan ini merupakan salah satu kerja sama strategis guna meningkatkan posisi tawar PT Inka dalam menghadapi pesaing asing ketika mengikuti tender PPCW," ungkap Anne.
Pinjaman investasi dalam bentuk pinjaman modal kerja tersebut berjangka waktu 20 bulan terhitung sejak 19 Desember 2011 sampai 30 Juli 2013 dengan tingkat bunga 9,75%.
PT Inka merupakan satu-satunya badan usaha milik negara (BUMN) produsen kereta api di Indonesia dan Asia Tenggara dengan jenis kereta berupa railbus untuk angkutan perkotaan dan lokomotif diesel. Pengguna produk Inka adalah PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Pangsa pasar Inka sangat potensial dengan adanya proyek kereta Bandara Kualanamu, Medan, proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta-Manggarai, pengembangan bisnis PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam jasa angkut barang, pengadaan kereta listrik Jabodetabek, dan perawatan gerbong PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Selain pasar dalam negeri, Inka mengekspor produknya ke Thailand, Singapura, Australia, Bangladesh, dan Malaysia.

