@ RF Hungry Soul
It's OK Mas. Saya selalu positive thinking kok. Sebisa mungkin saya dapat melayani orang banyak, sehingga kalau posting berita akan saya buat yang mudah diakses dan menyertakan tautan sumber beritanya, guna mengikuti kelaziman berkomunikasi melalui dunia maya.
It's OK Mas. Saya selalu positive thinking kok. Sebisa mungkin saya dapat melayani orang banyak, sehingga kalau posting berita akan saya buat yang mudah diakses dan menyertakan tautan sumber beritanya, guna mengikuti kelaziman berkomunikasi melalui dunia maya.
[spoiler=Naik Commuter Line, Dahlan Tebar Senyum ke Penumpang]
![[Image: Dahlan-Iskan-Dalam.jpg]](http://images.detik.com/content/2011/12/23/10/Dahlan-Iskan-Dalam.jpg)
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Dahlan Iskan tidak ingin membuang waktu sia-sia hanya duduk diam saat berada di atas kereta commuter line yang membawanya dari Manggarai menuju Stasiun Bogor. Dengan sepatu kets yang menjadi ciri khasnya, Dahlan menapaki setiap gerbong sampai ke ruang masinis.
Dahlan memang tidak banyak berinteraksi dengan penumpang. Dia hanya melemparkan senyum dan memberikan sapaan singkat pada penumpang.
"Pagi Mbak," sapa Dahlan saat memasuki gerbong khusus wanita. Seraya melintasi gerbong itu menuju ke ruang masinis, Dahlan terus melemparkan senyumannya.
Seperti biasa, gerbong wanita pagi ini juga terlihat ramai. Meski begitu, gerbong ini tidak berdesak-desakan. Penumpang yang melihat sosok Dahlan pun tidak menunjukkan respons berlebihan. Mereka hanya membalas dengan senyum sambil mengucapkan selamat pagi kembali untuk Dahlan.
Setibanya di ruangan masinis, Dahlan bertanya banyak hal yang tidak ia ketahui. Namun sebelum memulai pertanyaannya, menyempatkan diri memuji area sekitar rel yang terlihat bersih.
"Itu sudah mulai bersih ya (jalurnya)," kata Dahlan.
"Pagi tadi mulai tugas jam berapa Pak?" tanya Dahlan kepada masinis.
"Baru mulai tadi di Depok," jawab masinis tersebut.
"Ini kecepatan keretanya berapa?" tanyanya mantan Dirut PLN ini.
"40 km/jam," jelas si masinis.
"Lalu kalau membunyikan klakson itu alasannya apa?" tanya Dahlan kembali.
"Biasanya karena ada tikungan," paparnya.
"Nah, kalau biasanya penumpang naik di atas itu dari stasiun mana?"
"Kadang dari Citayam, Cilebeut dan Bojong," katanya.
Kurang lebih 15 menit perbicangan itu terjadi, Dahlan pun lantas meninggalkan ruang masinis. Ia tidak ingin mengganggu masinis yang sedang bekerja. Ia lantas masuk kembali gerbong campuran dan mengobrol dengan wartawan.
[/spoiler]
Dahlan memang tidak banyak berinteraksi dengan penumpang. Dia hanya melemparkan senyum dan memberikan sapaan singkat pada penumpang.
"Pagi Mbak," sapa Dahlan saat memasuki gerbong khusus wanita. Seraya melintasi gerbong itu menuju ke ruang masinis, Dahlan terus melemparkan senyumannya.
Seperti biasa, gerbong wanita pagi ini juga terlihat ramai. Meski begitu, gerbong ini tidak berdesak-desakan. Penumpang yang melihat sosok Dahlan pun tidak menunjukkan respons berlebihan. Mereka hanya membalas dengan senyum sambil mengucapkan selamat pagi kembali untuk Dahlan.
Setibanya di ruangan masinis, Dahlan bertanya banyak hal yang tidak ia ketahui. Namun sebelum memulai pertanyaannya, menyempatkan diri memuji area sekitar rel yang terlihat bersih.
"Itu sudah mulai bersih ya (jalurnya)," kata Dahlan.
"Pagi tadi mulai tugas jam berapa Pak?" tanya Dahlan kepada masinis.
"Baru mulai tadi di Depok," jawab masinis tersebut.
"Ini kecepatan keretanya berapa?" tanyanya mantan Dirut PLN ini.
"40 km/jam," jelas si masinis.
"Lalu kalau membunyikan klakson itu alasannya apa?" tanya Dahlan kembali.
"Biasanya karena ada tikungan," paparnya.
"Nah, kalau biasanya penumpang naik di atas itu dari stasiun mana?"
"Kadang dari Citayam, Cilebeut dan Bojong," katanya.
Kurang lebih 15 menit perbicangan itu terjadi, Dahlan pun lantas meninggalkan ruang masinis. Ia tidak ingin mengganggu masinis yang sedang bekerja. Ia lantas masuk kembali gerbong campuran dan mengobrol dengan wartawan.

