04-01-2012, 09:02 AM
(04-01-2012, 04:31 AM)pardjono Wrote: [spoiler=Soal Rel Kalimantan Tunggu Menko Perekonomian]
INILAH.COM, Samarinda - Rencana investor asal Rusia untuk menanamkan modal di wilayah Kalimantan dengan membangun rel kereta atau Kalimantan Rail, masih menunggu keputusan dari Menko Perekonomian Hatta Radjasa.[/spoiler]
Kaltim dan Kalteng sebagai dua daerah yang akan dibangun infrastruktur rel kereta, sudah pada persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara gubernur dan investor Rusia. Demikian diungkapkan Gubernur Awang Faroek Ishak kepada Koran Kaltim kemarin (3/1).
"MoU sudah siap dilakukan, hanya saja menunggu informasi dari Kementerian Perekonomian soal waktu pelaksanaannya. Tapi, pada prinsipnya sudah tidak ada masalah lagi untuk membangun rel kereta api dari Balikpapan hingga Kutai Barat," katanya.
Dijelaskan, rel kereta api pengangkut batu bara sepanjang 160 kilometer membentang dari Kalimantan Tengah-Kaltim dengan nilai investasi USD 2,5 miliar atau sekitar Rp 21 triliun.
"Yang jelas, Kaltim sudah siap menandatangani MoU untuk pembangunan rel kereta api sepanjang 160 kilometer. Sedangkan 90 kilometer berada di wilayah Kalteng,†tukasnya.
Rencananya, dalam waktu dekat ini akan dijadwalkan untuk penandatanganan MoU di Jakarta setelah mendapat jawaban dari Kementerian Perekonomian selaku pihak yang menandatangani high level meeting antara Indonesia dan Rusia pada 27 Oktober lalu.
Rel akan dimulai dari daerah Puruk Tahu Muara Tuhuk-Balikpapan. Namun, dalam pelaksanaannya, pembangunan tersebut akan melintasi 4 daerah di Kaltim, seperti Kutai Barat, Paser, Penajam Paser Utara dan Balikpapan.
Pemprov Kaltim juga telah mengundang empat kepala daerah yang akan dilintasi wilayahnya guna mendukung pelaksanaan pembangunan tersebut.
"Pada saat penandatanganan MoU, 4 kepala daerah yang dilintasi rel kereta api juga akan diundang. Karena setelah MoU akan dilanjutkan melengkapi perizinan selama setahun dan pembangunan fisik akan dimulakan pada 2013 serta ditargetkan rampung pada 2016 mendatang," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Badan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim Yadi Sabian Noor menambahkan investor Rusia tersebut juga meminta keterlibatan investor lokal untuk berkontribusi mendukung pelaksanaan fisik pembangunan rel kereta api tersebut.
Salah satunya dengan menyiapkan material yang diperlukan, sehingga terjadi pemberdayaan ekonomi pengusaha Kaltim dan Kalteng.
"Kompensasi yang diharapkan dalam membangun Kalimantan Rail ini hanya jasa penggunaan kereta api, karena selama ini mereka telah memiliki konsesi cukup besar di Kalteng. Selain itu, proses pembebasan lahan juga memberi peluang bagi investor untuk mendapatkan konsesi di Kaltim. Karena mereka memberi peluang ke Pemprov untuk berinvestasi sebagai penyertaan modal di rel kereta api tersebut," tambah Yadi.
Sebelumnya, Kalteng secara tegas menolak rencana investasi rel kereta api melintas di Kalteng. Pasalnya, kebijakan dalam pengelolaan SDA di Kalteng tertutup dan berbeda dengan Kaltim.
Sementara Kaltim yang menerapkan pola pengelolaan SDA secara terbuka dan memberi peluang bagi investor manapun yang berminat untuk mengeksploitasi SDA yang berdampak pada pembangunan infrastruktur dan sektor investasi di Kaltim.
Namun penolakan itu tak menghambat rencana Kaltim untuk mewujudkan pembangunan rel kereta api mengangkut hasil pertanian.
"tunggu" apa nya nih
, saweran investor ya, biasa Indonesia kalau mau deket pemilu proyek pasti berjibun masuk
daerah rebutan sama pusat
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar

