04-01-2012, 03:00 PM
[spoiler=Pedagang Asongan Unjuk Rasa Tuntut Bisa Jualan Di Kereta]
Sumber : surabaya.detik.com[/spoiler]
Jember - Ratusan pedagang asongan di sejumlah stasiun dari Pasuruan hingga Banyuwangi wilayah operasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOPS IX Jember, berunjuk rasa. Mereka meminta agar pedagang asongan diperbolehkan berjualan di kereta api (KA) khususnya KA kelas ekonomi.
Pedagang asongan mayoritas dari kalangan menengah bawah, kini tak lagi bisa menjajakan makanan dan minuman ke penumpang sejak diberlakukan instruksi Direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut.
"Kami harap PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menggunakan hati nurani dalam mengeluarkan keputusan yang banyak merugikan rakyat kecil," kata Samanhadi dalam orasinya di hadapan para pedagangan asongan, Rabu (4/1/2012).
Sejak pelarangan berjualan, banyak pedagang yang kehilangan mata pencaharian. Bahkan mereka kebingungan mencari biaya untuk menyekolahkan anaknya yang kini duduk di bangku SD.
"Kami sadar di kereta api eksekutif maupun bisnis tak banyak yang membeli jualan kami, terbanyak justru di kereta api ekonomi, namun kenapa kami yang sedang mencari rezeki ini tidak diperbolehkan. Padahal asongan selama ini juga membantu petugas baik dari pencegahan tindak kriminal semisal ada copet maupun membantu penumpang jika ada barang yang ketinggalan," harap Samanhudi ketua Asosiasi Pedagang Asongan Jawa Timur di depan forum.
Sementara Kepala Daops IX Jember tetap akan memberlakukan perintah sesuai email dari Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tertanggal 2 Januari 2012 dan telegram dari Direksi NO SK 32 d tgl 30 Desember 2011 yang mengatur penertiban asongan untuk tidak berjualan di dalam kereta api.
"Kami menjalankan perintah itu untuk memberikan kenyamanan pada setiap penumpang agar tidak sampai berdesakan meski membayar murah di kereta api kelas ekonomi," ujar Vice President PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9, Pujo Laksono kepada perwakilan pedagang asongan.
Pihaknya, kata dia, akan tetap melaksanakan perintah dari Direksi meski pedagang asongan menginginkan untuk berjualan kembali.
"Kami akan menjalankan perintah sesuai dengan isi email dan telegram pimpinan ini pada semua jenis kereta api baik eksekutif, bisnis maupun ekonomi karena tak hanya di DAOPS IX Jember ini saya melainkan semua Daops," ungkap Gatut Sutiyatmoko, Kahumas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOPS IX Jember kepada wartawan.
Pedagang asongan mayoritas dari kalangan menengah bawah, kini tak lagi bisa menjajakan makanan dan minuman ke penumpang sejak diberlakukan instruksi Direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut.
"Kami harap PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menggunakan hati nurani dalam mengeluarkan keputusan yang banyak merugikan rakyat kecil," kata Samanhadi dalam orasinya di hadapan para pedagangan asongan, Rabu (4/1/2012).
Sejak pelarangan berjualan, banyak pedagang yang kehilangan mata pencaharian. Bahkan mereka kebingungan mencari biaya untuk menyekolahkan anaknya yang kini duduk di bangku SD.
"Kami sadar di kereta api eksekutif maupun bisnis tak banyak yang membeli jualan kami, terbanyak justru di kereta api ekonomi, namun kenapa kami yang sedang mencari rezeki ini tidak diperbolehkan. Padahal asongan selama ini juga membantu petugas baik dari pencegahan tindak kriminal semisal ada copet maupun membantu penumpang jika ada barang yang ketinggalan," harap Samanhudi ketua Asosiasi Pedagang Asongan Jawa Timur di depan forum.
Sementara Kepala Daops IX Jember tetap akan memberlakukan perintah sesuai email dari Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tertanggal 2 Januari 2012 dan telegram dari Direksi NO SK 32 d tgl 30 Desember 2011 yang mengatur penertiban asongan untuk tidak berjualan di dalam kereta api.
"Kami menjalankan perintah itu untuk memberikan kenyamanan pada setiap penumpang agar tidak sampai berdesakan meski membayar murah di kereta api kelas ekonomi," ujar Vice President PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9, Pujo Laksono kepada perwakilan pedagang asongan.
Pihaknya, kata dia, akan tetap melaksanakan perintah dari Direksi meski pedagang asongan menginginkan untuk berjualan kembali.
"Kami akan menjalankan perintah sesuai dengan isi email dan telegram pimpinan ini pada semua jenis kereta api baik eksekutif, bisnis maupun ekonomi karena tak hanya di DAOPS IX Jember ini saya melainkan semua Daops," ungkap Gatut Sutiyatmoko, Kahumas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOPS IX Jember kepada wartawan.
Sumber : surabaya.detik.com[/spoiler]

