04-01-2012, 05:24 PM
[spoiler=Sejuta Cerita Di Lawang Sewu]
Sumber : suaramerdeka.com[/spoiler]
Belum lengkap jalan – jalan kamu di Kota Semarang, kalau nggak berkunjung ke Lawang Sewu. Yap, gedung yang konon mempunyai seribu pintu ini, sekarang sudah menjadi ikon pariwisata Kota Semarang, lho. Letaknya yang strategis karena berada di tengah kota atau tepat berada di depan bundaran Tugumuda, membuat Lawang Sewu mudah dijangkau.
Lawang Sewu dulu dan sekarang sudah sangat berbeda. Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini, sekarang sudah dipercantik dan terlihat rapi, lho. Kesan angker yang dulu akrab di telinga kita, perlahan mulai berubah menjadi indah dan menarik. Terbukti dengan dibangunnya taman kecil di sekitar gedung. Serta terdapat sebuah rangkaian gerbong lokomotif uap zaman dulu di halaman depan Lawang Sewu, menandakan bahwa gedung ini dulu digunakan sebagai kantor kereta api.
Nah, kalau sudah nggak sabar merasakan serunya berkeliling gedung Lawang Sewu, kamu bisa merogoh kocek sebesar Rp. 10.000, untuk tiket masuk dan Rp. 30.000,- untuk pemandu (guide) yang akan menemani dan bercerita panjang lebar sejarah gedung Lawang Sewu.
Memang, perasaan pertama yang muncul ketika memasuki gedung ini terasa agak sedikit berbeda. Terlebih lorong-lorong yang minim pencahayaan membuat suasana di dalam gedung terlihat sedikit mistis. Namun, kesan tersebut bisa tergantikan dengan keindahan ukiran kaca grafir yang terdapat di dalam gedung. Memasuki ruangan atas, kita bisa berdiri disalah satu balkon, dan melihat lalu-lalang kendaraan serta disuguhi pemandangan taman Tugumuda.
Satu lagi, yang paling seru dan menantang dari wisata Lawang Sewu, tentu jalan-jalan menelusuri lorong bawah tanahnya. Untuk yang satu ini, kamu cukup membayar tiket masuk seharga Rp. 10.000,- dan Rp. 20.000,- untuk pemandu yang akan menemani kamu menelusuri dan bercerita tentang lorong bawah tanah yang kurang lebih mempunyai panjang 70,7m ini.
Karena di dalam lorong kondisinya tergenang air, jangan khawatir kalau sepatu kalian basah. Karena, disini telah disediakan sepatu boot untuk dipakai selama berada di dalam lorong. Yap, lorong bawah tanah yang pernah dijadikan tempat uji nyali oleh salah satu tv swasta di Indonesia ini memang punya cerita tersendiri. Katanya, lorong yang dulu pada zaman Belanda di fungsikan sebagai ruang pendingin ini, dan ketika masa penjajahan Jepang dijadikan penjara dan penyiksaan tahanan untuk pejuang-pejuang bangsa kita, lho.
Nah, masih penasaran dengan cerita seru Lawang Sewu lainnya? Datang dan buktikan sendiri ya.
Lawang Sewu dulu dan sekarang sudah sangat berbeda. Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini, sekarang sudah dipercantik dan terlihat rapi, lho. Kesan angker yang dulu akrab di telinga kita, perlahan mulai berubah menjadi indah dan menarik. Terbukti dengan dibangunnya taman kecil di sekitar gedung. Serta terdapat sebuah rangkaian gerbong lokomotif uap zaman dulu di halaman depan Lawang Sewu, menandakan bahwa gedung ini dulu digunakan sebagai kantor kereta api.
Nah, kalau sudah nggak sabar merasakan serunya berkeliling gedung Lawang Sewu, kamu bisa merogoh kocek sebesar Rp. 10.000, untuk tiket masuk dan Rp. 30.000,- untuk pemandu (guide) yang akan menemani dan bercerita panjang lebar sejarah gedung Lawang Sewu.
Memang, perasaan pertama yang muncul ketika memasuki gedung ini terasa agak sedikit berbeda. Terlebih lorong-lorong yang minim pencahayaan membuat suasana di dalam gedung terlihat sedikit mistis. Namun, kesan tersebut bisa tergantikan dengan keindahan ukiran kaca grafir yang terdapat di dalam gedung. Memasuki ruangan atas, kita bisa berdiri disalah satu balkon, dan melihat lalu-lalang kendaraan serta disuguhi pemandangan taman Tugumuda.
Satu lagi, yang paling seru dan menantang dari wisata Lawang Sewu, tentu jalan-jalan menelusuri lorong bawah tanahnya. Untuk yang satu ini, kamu cukup membayar tiket masuk seharga Rp. 10.000,- dan Rp. 20.000,- untuk pemandu yang akan menemani kamu menelusuri dan bercerita tentang lorong bawah tanah yang kurang lebih mempunyai panjang 70,7m ini.
Karena di dalam lorong kondisinya tergenang air, jangan khawatir kalau sepatu kalian basah. Karena, disini telah disediakan sepatu boot untuk dipakai selama berada di dalam lorong. Yap, lorong bawah tanah yang pernah dijadikan tempat uji nyali oleh salah satu tv swasta di Indonesia ini memang punya cerita tersendiri. Katanya, lorong yang dulu pada zaman Belanda di fungsikan sebagai ruang pendingin ini, dan ketika masa penjajahan Jepang dijadikan penjara dan penyiksaan tahanan untuk pejuang-pejuang bangsa kita, lho.
Nah, masih penasaran dengan cerita seru Lawang Sewu lainnya? Datang dan buktikan sendiri ya.
Sumber : suaramerdeka.com[/spoiler]

