07-01-2012, 05:54 PM
(07-01-2012, 02:32 PM)CC203 35 Wrote:kalo 94 nantinya ada tambahan K1 nya ya pangsa pasarnya bukan untuk pse-tg/pk/smt tapi dari pse-kd/ta/bl/kpn/ml yang mengiingankan fasilitas k1 tapi harganya masih dibawah ka 32 , juga pangsa pasar dari bb/tg/pml/pk/smt yang akan ke kd/ta/bl/ml yg menginginkan fasilitas K1.(06-01-2012, 11:00 PM)slamtrack Wrote:(06-01-2012, 10:44 PM)dany cristian Wrote:kan bisa dikatakan sebagai beda pangsa pasar mas cris(06-01-2012, 10:24 PM)slamtrack Wrote:(06-01-2012, 10:16 PM)dany cristian Wrote: kalo emank alasan mas slamtrack untuk mengakomodir penumpang di petak tg-smt yang mau ke ml ya bisa aja kasih 1K1 or 2K1 cuma lepas n pasang rangkaian di TG...itung2 sebagai embrio KA khusus ML-SMT/TG.kalo bongkar pasang K1 di TG namanya itu kagak efesien mas chris... lagian basis penumpangnya tetap dari pse yang sebagai varian penumpang memilih K1 kearah kd/bl/ml dengan harga tiket dibawah ka gajayana walaupun ka 94 waktu tempuhnya lebih lama ketimbang gajayana
emank kurang efisien mas,,,tp cb liat...kalo pertimbangan mas slamtrack dr segi harga otomatis akan mengurangi okupasi GAJAYANA dan tentunya akan mengurangi pendapatan juga....cb kita berpikir sebagai orang KAI deh...apa mungkin udah ada KA dengan harga tiket lebih tinggi tp akan kasih 2K1 ke SK dengan harga tiket yang lebih murah??
kalo dr TG or SMT setidaknya itu tidak akan mengganggu GAJAYANA namun tetap akan bersaing dengan BK di petak TG-KTS pp.....yang jadi masalah apakah SK ini selalu overload okupasinya?
kalo K1 gajayana ada katv,meja lipat,pintu otomatis , gerbong level argo,dan waktu tempuh lebih cepat inilah pilihan penumpang yang memngingikan kenyamanan maksimal waloupun harganya lebih mahal
....sedangkan kalo K1 di SK kan hanya sebagai predikat gerbong tambahan K1 pada rangkaian K2 jadi waktu tempuhnya pasti lebih lama dan ini pangsa pasar penumpang yg mengingikan K1 tapi fasilitasnya di bawah ka argo ( tanpa :tv,mejalipat,pintu otomatis,) yg harganya pasti akan berbeda
Kalau ditambah Eksa, otomatis akan mengurangi jumlah K2 yang dibawa SK mas. Selama ini, SK sangat jarang loh overload gitu, terlebih lagi beberapa K2 yg dibawa SK aja bulukan, gimana mau bawa K1.
Btw, waktu Senja Kediri juga berdekatan dengan KA kelas Eksekutif ke TG, PK, dan SMT semisal Argo Sindoro dan Bangunkarta Exa yang okupansinya cukup bagus. Ingat, Bangunkarta Exa adalah pengembangan dari Bangunkarta sekaligus pengganti Kamandanu. Jadi, sebagian besar penumpang BK juga ke SMT juga. Laah gimana dengan SK yg mau bawa K1, okupansinya bakalan untung-untungan mengingat sudah diakomodasikan oleh BK dan Argo Sindoro yg jelas lebih nyaman, aman, dan tepat waktu.
Tapi tetap tidak membuang kemungkinan seperti ArgoJati dan Cirex yang hampir full K1 karena okupansinya yg luar biasa.
Yaa, lebih baik kayak sekarang aja sih. Gajayana sudah punya pangsa pasar tersendiri, Bangunkarta juga sudah, dan Senja Kediri juga sudah punya. Kalau memang minat K1 ke ML via utara banyak, sudah pasti PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menambah K1 juga. Tapi sampai sekarang belum tuh
sy rasa tidak menutup kemungkinan malah akan menambah okupansi ka 94 dengan tidak akan mengganggu okupansi ka 12,44,32
k2/k bisnis "bulukan" tidak mempengaruhi dirangkai/tidaknya dengan K1 itu.....sepengamatan sy 94 kagak bulukan... 
... kalo di tambah K1 dampak bisa mempengaruhi jumlah K2 itu tergantung dari power serta okupansi mas cc

... kalo di tambah K1 dampak bisa mempengaruhi jumlah K2 itu tergantung dari power serta okupansi mas cc
debaran hatikuWAHANA DAYA PERTIWI
yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake

