08-01-2012, 11:53 AM
[spoiler=Jalur Kereta Padang-Pariaman
Ongkos Murah Hidupkan Ekonomi Masyarakat]
Padang Ekspres • Minggu, 08/01/2012 11:33 WIB • Zikriniati ZN • 19 klik
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=20792
[/spoiler]
Ongkos Murah Hidupkan Ekonomi Masyarakat]
Padang Ekspres • Minggu, 08/01/2012 11:33 WIB • Zikriniati ZN • 19 klik
Matahari baru saja menampakan sinarnya. Sisa embun pun masih menempel di daun-daun pinus. Namun demikian, sejumlah pedagang di Pantai Gandoriah Kota Pariaman, sudah sibuk berkemas-kemas, berharap hari ini bisa meraup rezeki lebih.
Di sudut lain di pantai yang dekat dengan stasiun kereta api, terlihat ratusan orang berbondong-bondong turun dari gerbang kereta api, sambil bergegas menuju pantai, menikmati aroma asinnya laut Pariaman.
Di sudut lain, seorang ibu-ibu paruh baya sibuk menggelar dan menawarkan tikar kepada pengunjung pantai, sebagian mengiyakan untuk menggunakan, sebagian lagi menolak dengan halus karena sudah membawa tikar dari rumahnya.
Itulah aktivitas yang bisa disaksikan setiap pagi di Pantai Gandoriah Pariaman, hampir tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Apalagi sejak beroperasionalnya kereta api dan kereta api wisata dari Padang ke Pariaman dan sebaliknya, sejak enam tahun lalu.
Harga tiket kereta api kelas ekonomis sangat murah, Rp 2.500 per orang, di hari-hari biasa, membuat wisata kereta api dengan tujuan Pantai Gandoriah Pariaman, semakin dilirik orang. Pun, jika pada hari minggu di jam-jam tertentu, harga tiket naik menjadi Rp 5.000, tetap jauh lebih ekonomis dibanding menggunakan kendaraan umum lainnya.
Karena dengan kereta api, pengunjung langsung sampai di Pantai Gandoriah. Sementara naik kendaraan umum lain, pengunjung harus merogoh kantong untuk ongkos ojek atau angkot untuk bisa sampai ke pantai. Tidak salah jika jumlah pengguna jasa kereta api mencapai ratusan orang per harinya, dengan jadwal empat kali dalam sehari, bahkan lebih pada hari-hari libur.
Nel, contohnya, warga Kapua Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan ini rela jauh-jauh dari Pessel dan numpang menginap di rumah kerabatnya di Padang, demi memenuhi keinginan anaknya untuk menikmati wisata kereta api.
Ia sengaja memilih jadwal keberangkatan KA, pukul 06.00 WIB pagi dari Padang, agar putra-putrinya lebih lama bermain di Pantai Pariaman. Apalagi harga tiket kereta api pada jam itu sangat murah, Rp 2.500.
â€Baru tahu kalau harga tiket KA semurah ini, anak-anak saya juga sangat senang bermain di sini, apalagi harga makanan juga standar, beda dengan tempat wisata lain. Di sini juga tidak ada pungutan apa-apa,†ujarnya.
Memang, Pemko Pariaman membebaskan setiap pengunjung yang ingin bersantai di Pariaman dari segala biaya pungutan. Dengan tujuan Pantai Pariaman selalu ramai, tidak hanya pada saat pesta budaya Tabuik saja. Kebijakan ini cukup popular, terbukti saat ini Pantai Pariaman tidak pernah sepi dari pengunjung.
â€Kalau pengunjung ramai, tentunya sedikitnya banyaknya mereka akan belanja di pantai. Inilah yang kami inginkan, sehingga perekonomian warga Kota Pariaman menjadi lebih hidup,†ujar Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman kepada Padang Ekspres, kemarin.
Tinggal saat ini bagaimana pedagang di Pantai Pariaman ini pandai memanfaat kondisi ini dengan positif. Di antaranya, menjaga harga makanan dan minuman tetap stabil, sehingga pengunjung tidak kapok jajan di Kota Pariaman. Selain itu, ia juga berharap pengunjung dan pedagang senantiasa menjaga kebersihan pantai.
Kembali hidup dan bergairahnya jalur kereta api Padang-Pariaman membuktikan kalau moda transportasi massa ini tidak benar-benar ditinggalkan masyarakat dan kalah dengan modal transportasi darat lainnya. Yang terpenting tentu saja bagaimana pemerintah maupun PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengemasnya menjadi sesuatu yang dibutuhkan masyarakat.
Lebih jauh lagi, jalur kereta Padang-Pariaman hendaknya dijadikan contoh pula oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan pemerintah daerah lainnya yang daerahnya memiliki jalur transportasi tapi tidak lagi digunakan. Misalnya oleh daerah-daerah yang dilalui jalur kereta Padangpanjang-Payakumbuh.
Pada jalur tersebut, siapa pun masyarkat di Sumbar ini tahu, potensinya untuk bisa hidup dengan baik dan diminati cukup besar. Karena di sepanjang jalur tersebut terbentang panorama alam yang indah. (Zikriniati ZN)
Di sudut lain di pantai yang dekat dengan stasiun kereta api, terlihat ratusan orang berbondong-bondong turun dari gerbang kereta api, sambil bergegas menuju pantai, menikmati aroma asinnya laut Pariaman.
Di sudut lain, seorang ibu-ibu paruh baya sibuk menggelar dan menawarkan tikar kepada pengunjung pantai, sebagian mengiyakan untuk menggunakan, sebagian lagi menolak dengan halus karena sudah membawa tikar dari rumahnya.
Itulah aktivitas yang bisa disaksikan setiap pagi di Pantai Gandoriah Pariaman, hampir tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Apalagi sejak beroperasionalnya kereta api dan kereta api wisata dari Padang ke Pariaman dan sebaliknya, sejak enam tahun lalu.
Harga tiket kereta api kelas ekonomis sangat murah, Rp 2.500 per orang, di hari-hari biasa, membuat wisata kereta api dengan tujuan Pantai Gandoriah Pariaman, semakin dilirik orang. Pun, jika pada hari minggu di jam-jam tertentu, harga tiket naik menjadi Rp 5.000, tetap jauh lebih ekonomis dibanding menggunakan kendaraan umum lainnya.
Karena dengan kereta api, pengunjung langsung sampai di Pantai Gandoriah. Sementara naik kendaraan umum lain, pengunjung harus merogoh kantong untuk ongkos ojek atau angkot untuk bisa sampai ke pantai. Tidak salah jika jumlah pengguna jasa kereta api mencapai ratusan orang per harinya, dengan jadwal empat kali dalam sehari, bahkan lebih pada hari-hari libur.
Nel, contohnya, warga Kapua Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan ini rela jauh-jauh dari Pessel dan numpang menginap di rumah kerabatnya di Padang, demi memenuhi keinginan anaknya untuk menikmati wisata kereta api.
Ia sengaja memilih jadwal keberangkatan KA, pukul 06.00 WIB pagi dari Padang, agar putra-putrinya lebih lama bermain di Pantai Pariaman. Apalagi harga tiket kereta api pada jam itu sangat murah, Rp 2.500.
â€Baru tahu kalau harga tiket KA semurah ini, anak-anak saya juga sangat senang bermain di sini, apalagi harga makanan juga standar, beda dengan tempat wisata lain. Di sini juga tidak ada pungutan apa-apa,†ujarnya.
Memang, Pemko Pariaman membebaskan setiap pengunjung yang ingin bersantai di Pariaman dari segala biaya pungutan. Dengan tujuan Pantai Pariaman selalu ramai, tidak hanya pada saat pesta budaya Tabuik saja. Kebijakan ini cukup popular, terbukti saat ini Pantai Pariaman tidak pernah sepi dari pengunjung.
â€Kalau pengunjung ramai, tentunya sedikitnya banyaknya mereka akan belanja di pantai. Inilah yang kami inginkan, sehingga perekonomian warga Kota Pariaman menjadi lebih hidup,†ujar Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman kepada Padang Ekspres, kemarin.
Tinggal saat ini bagaimana pedagang di Pantai Pariaman ini pandai memanfaat kondisi ini dengan positif. Di antaranya, menjaga harga makanan dan minuman tetap stabil, sehingga pengunjung tidak kapok jajan di Kota Pariaman. Selain itu, ia juga berharap pengunjung dan pedagang senantiasa menjaga kebersihan pantai.
Kembali hidup dan bergairahnya jalur kereta api Padang-Pariaman membuktikan kalau moda transportasi massa ini tidak benar-benar ditinggalkan masyarakat dan kalah dengan modal transportasi darat lainnya. Yang terpenting tentu saja bagaimana pemerintah maupun PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengemasnya menjadi sesuatu yang dibutuhkan masyarakat.
Lebih jauh lagi, jalur kereta Padang-Pariaman hendaknya dijadikan contoh pula oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan pemerintah daerah lainnya yang daerahnya memiliki jalur transportasi tapi tidak lagi digunakan. Misalnya oleh daerah-daerah yang dilalui jalur kereta Padangpanjang-Payakumbuh.
Pada jalur tersebut, siapa pun masyarkat di Sumbar ini tahu, potensinya untuk bisa hidup dengan baik dan diminati cukup besar. Karena di sepanjang jalur tersebut terbentang panorama alam yang indah. (Zikriniati ZN)
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=20792
[/spoiler]

