20-03-2012, 05:59 AM
Ma'af nih berhubung aku sangat gregetan dengan wacana yang akan dimunculkan dan akan terus bergulir seiring perkembangan waktu... Meski enggak gitu heboh belakangan ini dan mungkin utk seterusnya, tapi aku teteap saja gregetan sampai mau melayangkan thread ini ke mari....
Aku pribadi sih sangat enggak setuju dengan berbagai alasan :
1. Para penumpang sudah tidak lagi menikmati keindahan panorama bumi Parahyangan lagi krn semata demi tercapainya jarak yang cukup jauh alias menengah ini.
2. Padahal perjalanan Jakarta - Bandung dan sebaliknya itu pada awal mulanya ditujukan kpd para penumpang utk disuguhin panorama Bumi Parahyangan yang indah khan? Semata kalau kita berlenjeh2 alias rebahan duduk tenang dan cuma semisal 1/2 jam sudah sampai Bandung. Gimana tuh?
3. Petak rel Jkt - Bdg justru dinikmatinya dengan kondisi yang berkelok - kelok dan menanjak sekaligus menurun spt skr ini... Aku yakin pasti para turis akan berpikir panjang kenapa Indonesia maunya segalanya dg sangat praktis yah? Kalau tujuan bisnis OK deh krn ngejar waktu pakai travel... tapi utk berwisata pasti enaknya pakai KA lha... Turis2 yg masih pd minat naik KA Jakarta - Bandung sejauh ini yah macem dr negara Belanda dan Perancis. Trus dr Bandung mrk melanjutkan perjalanan ke Solo dg KA Lodaya Pagi atau pun juga Turangga.
4. Menyia - nyiakan proyek rel ganda yang kian terus dibangun meski banyak mengalami kendala soal lahan dan ganti rugi khan...
5. Mengeruk lagi perbukitan seperti halnya waktu pembangunan ruas tol Cipularang. Yang kayak gini sayang habitat alam yang sudah ada...
6. Pasti Argo Parahyangan makin sepi peminat karena kalau sampai Shinkansen ala Jkt - Bdg ini beroperasi, maka dg tarif yg semisal gak gitu mahal krn faktor jarak pasti pd pengen beralih ke Shinkansen.
Apalagi yah?
Aku pribadi sih sangat enggak setuju dengan berbagai alasan :
1. Para penumpang sudah tidak lagi menikmati keindahan panorama bumi Parahyangan lagi krn semata demi tercapainya jarak yang cukup jauh alias menengah ini.
2. Padahal perjalanan Jakarta - Bandung dan sebaliknya itu pada awal mulanya ditujukan kpd para penumpang utk disuguhin panorama Bumi Parahyangan yang indah khan? Semata kalau kita berlenjeh2 alias rebahan duduk tenang dan cuma semisal 1/2 jam sudah sampai Bandung. Gimana tuh?
3. Petak rel Jkt - Bdg justru dinikmatinya dengan kondisi yang berkelok - kelok dan menanjak sekaligus menurun spt skr ini... Aku yakin pasti para turis akan berpikir panjang kenapa Indonesia maunya segalanya dg sangat praktis yah? Kalau tujuan bisnis OK deh krn ngejar waktu pakai travel... tapi utk berwisata pasti enaknya pakai KA lha... Turis2 yg masih pd minat naik KA Jakarta - Bandung sejauh ini yah macem dr negara Belanda dan Perancis. Trus dr Bandung mrk melanjutkan perjalanan ke Solo dg KA Lodaya Pagi atau pun juga Turangga.
4. Menyia - nyiakan proyek rel ganda yang kian terus dibangun meski banyak mengalami kendala soal lahan dan ganti rugi khan...
5. Mengeruk lagi perbukitan seperti halnya waktu pembangunan ruas tol Cipularang. Yang kayak gini sayang habitat alam yang sudah ada...
6. Pasti Argo Parahyangan makin sepi peminat karena kalau sampai Shinkansen ala Jkt - Bdg ini beroperasi, maka dg tarif yg semisal gak gitu mahal krn faktor jarak pasti pd pengen beralih ke Shinkansen.
Apalagi yah?

