02-04-2012, 07:26 AM
Ada kabar baru nih, Juli segera beroperasi, semoga benar adanya....
Quote:Juli, Komuter Mulai Beroperasi
Minggu, 01 April 2012 21:37
MALANG - Komuter Lawang-Malang-Kepanjen segera dioperasionalkan. Targetnya angkutan massal perkotaan ini beroperasi pada Juli mendatang. Sebagai persiapan jangka pendek, tiga stasiun kereta api (KA) di Kota Malang difungsikan sebagai shelter.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, HM Yusuf menjelaskan, stasiun KA yang dijadikan sebagai shelter yakni Stasiun Blimbing, Stasiun Kota Baru dan Stasiun Kota Lama. Tiga stasiun ini dijadikan sebagai shelter sebagai persiapan jangka pendek.
‘’Karena persiapannya jangka pendek, maka untuk saat ini tidak perlu membangun shelter khusus di wilayah Kota Malang. Tetapi menggunakan tiga stasiun yang ada di wilayah Kota Malang. Hal ini dikoordinasikan dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero),’’ jelas Yusuf.
Mantan Kabag Humas Pemkot Malang ini mengatakan, antara April dan Mei, tim survei Kementerian Perhubungan segera meninjau lokasi. Survei lokasi ini berdasarkan hasil koordinasi sebelumnya di Kementerian Perhubungan.
‘’Tim survei ini akan melihat secara langsung sejauh mana kondisi lapangan, diantarnya kesiapan jalur dan sarana prasarana pendukung lainnya,’’ kata dia. Kedatangan tim survei ini sekaligus untuk mempertimbangkan apakah menambah shelter atau tidak.
Soal kesiapan kereta, Yusuf memastikan pada tahapan awal menggunakan satu rangkaian kereta. Rangkaian kereta terdiri dari lima gerbong itu akan dioperasionalkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sedangkan kapasitas gerbongnya masing-masing 100 orang.
‘’Dalam rapat awal di Jakarta, sudah dibicarakan dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Waktu itu dihadiri utusan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Jadi sejauh ini tidak ada kendala yang signifikan. Mungkin tinggal pembicaraan tahapan berikutnya lagi,’’ papar Yusuf.
Soal kesiapan stasiun sebagai shelter untuk naik dan turun penumpang, menurut Yusuf, ketersedian stasiun sudah cukup. Tiga stasiun tersebut, kata dia, tak jauh dari akses angkutan umum.
‘’Dengan kondisi ini tentu memudahkan warga yang akan naik turun komuter. Karena angkutan pendukungnya seperti angkot sudah tersedia. Jadi warga bisa terhubung dengan layanan komuter,’’ jelas mantan Sekretaris KPUD Kota Malang ini.
Soal tarif, Yusuf memastikan belum diputuskan. Karena masih harus dibahas lagi bersama PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Namun demikian, ia memperkirakan tarif komuter tetap terjangkau, yakni sekitar Rp 5.000 per penumpang.
Dengan tarif yang murah, kata dia, kenyamanan penumpang komuter tetap menjadi prioritas. Karena setiap gerbong komuter didesain memiliki tempat duduk yang nyaman dan AC.
Ia berharap dengan beroperasinya komuter, maka persoalan kemacetan bisa ikut diatasi. Karena warga memilih alternatif pilihan angkutan massal. (van/avi)
