11-05-2012, 12:57 PM
(04-05-2012, 03:22 PM)Aliph Gajayana Wrote: kalo masalah rel sih , PB-PS itu mah bisa di geber 70-80 sih , kan selain treknya lurus dan juga tikungan cuma sedikit . ane pernah naik Logawa disitu malah di geber 95 km/jam , loknya padahal CC 201 ..
lumayan lahhh :p
Tahun berapa ya disitu bisa digeber 95 km/jam?
Taspat disitu mah 60 km/jam, dan relnya masih R33, kalau dijoss 70-80 km/jam, bisa2 anjlok KA yang melewatinya.
Kalo masalah KA sih , barang cepat cukup satu aja mungkin , untuk sumbangan barang . banyak juga lo kiriman yang akan di kirim Ke Banyuwangi/Jember bahkan Bali . kalo armada sih muttim formasinya kurang panjang , harusnya kayak dulu 4K1 , 5K2 .. sekarang rata-rata 5K1 , 3 K2 ..
Kenapa kurang panjang, armada dari Muttim?? Dikarenakan armada yang kurang mencukupi, dan okupansi yang ada juga tidak seberapa penuh, kecuali weekend dan hari libur.
Cantik Ekspres mending di aktifkan lagi , tapi dari Daop VIII aja , jadi SB-JR feeder ke Kalibaru , atau gimana , loknya juga punya SDT dan rangkaiannya juga SDT , formasinya 3 K1 dan 2 K2 , atau mungkin jadi Malabar Timur :p
2K1+2K2+2K3 , udah enak banget itu ..
Kenapa cantik ekspres diaktifkan?? Karena okupansi cantik ekspres sangat sedikit sekali. Cuman penuhnya hari Sabtu-Senin saja, makanya cantik ekspres dihapus.
Perjalanan KA Mutiara Timur juga jangan terlalu malam , kasian yang pulang kerja jam 16.00 , kan dulu ada Cantik Ekspres , skrg udah gak ada .. mending di majukan aja jam 19.45 / 20.15 .. jadi biar ndak kemalaman dari SGU , kalo nyampe BWnya sih ndak apa kepagian :p
kenapa perjalanan muttim dibuat malam?? Karena KA ini merupakan KA sambungan, jadi brkt pukul 21:30 itu sudah bagus. Penumpang KA ini mayoritas sambungan dari KA Argo Wilis dan Sancaka, jadi dibuat begitu, agar jika kedua KA tersebut telat, Muttim tidak mengalami keterlambatan yang banyak.


