22-05-2012, 08:21 PM
(22-05-2012, 05:55 PM)Hungry Soul Wrote:(22-05-2012, 04:08 PM)Joe_cn Wrote: Wah hebat juga ya, dari tahun ke tahun sepertinya calo2 semakin hebat aja, mereka bisa membuat sistem yang intinya membuat angka menjadi 0 sementara di dalam sendiri masih banyak tiket yang belum di jual.
Luar biasa, salut banget deh dengan hal ini....
Wkwkwkwk, lagian di kebanyakan stasiun, layar komputernya kan menghadap petugas om, jadi kebanyakan pelanggan tetep aja gak tau itu tiket habis atau "habis", hahahahaha.
Bukannya mau berburuk sangka sih, tapi saya menduga praktek "deal dan baru cetak" ini sudah berlangsung beberapa waktu di beberapa stasiun. Saya kasih contoh di stasiun kampung halaman saya ya om, Stasiun Kediri.
Kalo lagi long weekend atau even spesial kayak gini, yang paling umum terjadi sekarang tuw petugas ticketing membuka loket selama 10-20 menit hanya untuk kemudian berkata "habis".
Nah, saat orang-orang yang ngantri udah desperate dan berjalan gontai meninggalkan stasiun menuju tempat parkir, datanglah sang "pahlawan" kesiangan, dalam hal ini di stasiun KD adalah tukang becak, belagak sok akrab dan tanya-tanya mau cari tiket kemana tanggal berapa.
Nah kalau umpan sudah digigit, mulai deh "bidding" harga. Setelah terjadi "deal", apa yang terjadi? Si tukang becak bukannya ngerogoh saku ngeluarin tiket segepok om. Yang terjadi malah si tukang becak ngeloyor masuk ke dalam bangunan stasiun. Dan tau nggak dia pergi ke mana? Yup, diam-diam masuk ke ruang ticketing .....
Setelah nunggu beberapa saat, "klien" pun diajak bertransaksi di tempat agak tersembunyi. Dan taraaaaa, dengan wajah tanpa dosa sang "agen" menunjukkan tiket yang telah tercetak dengan jam yang melebihi saat petugas ticketing menyatakan bahwa tiket sudah habis.
========================================
Kenapa saya bisa bercerita begini? Ya karena saya termasuk salah satu ikan yang menggigit umpan sang "agen", wkwkwkwk. Ini terjadi pada tanggal 1 Januari 2012, saya nyari tiket Brantas buat tanggal 8 Januari 2012. Jadi awalnya saat itu sekitar pukul 07.20 kalau tidak salah. Orang ticketing, as always, menyatakan tiket Brantas habis.
Nah, saya pun menuju reservasi KA Komersial, niatnya mau pesen Senja Kediri. Saya sedang galau-galaunya itu, naik SenKed atau Argo Karet. Hahaha. Udah ngisi formulir, tapi masih gak rela nyerahin ke petugas dan malah bergeje di dalam ruang reservasi selama belasan menitDi saat galau to the max itu, tiba-tiba temen saya ngajak nyari tiket Brantas ke xxxx.
Ya udah deh, kejadiannya kemudian mirip kronologis di atas. Deal pun terjadi pada harga Rp 90.000,00 , dua kali lipat tarif normal. Setelah nunggu bentar, Sekitar pukul 08.15, si "agen" ngajak transaksi, dan taraaaa ..... di tiket yang saya pegang itu tertulis dengan jelas di salah satu sudutnya :
4114 kd/81-01/01/2012 08:03
Pasti kurang lebih pada ngerti maksudnya itu apa kan?.... tiket itu tercetak pukul 08:03 .... lebih dari 30 menit sejak tiket dinyatakan habis .... hehehehe. Kurang canggih gimana coba mereka ini?? Ya waktu itu sih namanya masih "jual". Tapi tampaknya gak bakal terlalu susah juga mengganti "jual" dengan nama calon pelanggan kalau nanti kebijakan ngecek nama ini berlaku efektif ....
oh ya, tapi tampaknya gak semua "agen" di stasiun KD secanggih itu sih Om. Ada juga yang metode umum, deal dan sudah ada tiket tercetak (tapi persamaannya ya waktu pencetakannya tetep melebihi waktu saat tiket dinyatakan habis oleh ticketing)
Yah, Yang kebetulan saya temui mungkin bisa dibilang master nya di sono, hehehehe. Dan ini menunjukkan bahwa modus canggih semacem ini eksis di beberapa tempat di negeri ini ...... kata "orang bijak" kan, maling selalu selangkah lebih maju dari polisinya .....
Yang jelas, yang tentang calon penumpang diminta KTPnya dan tiket tercetak sesuai nama itu adalah salah satu pengalaman pribadi RF juga kalau saya tidak salah ingat, dan ceritanya bukan di semboyan35. Dan kalau saya ndak salah ingat (lagi), dia cerita di K*skus. Tapi saya rasa saksi hidup ini dapat dipercaya kok ceritanya ... hehehe.
========================================
Wah, maaf, kebiasaan saya yang suka cerita panjang lebar kumat lagi, hehehehehe .....
Justru cerita tentang calo yang panjang lebar seperti ini sangat bagus bila dimuat di media cetak....
penasaran gimana reaksi pejabat KAI ngeliat berita ini...
terutama , yang patut ditunggu-tunggu , reaksinya Pak Menteri BUMN...
penasaran gimana reaksi pejabat KAI ngeliat berita ini...
terutama , yang patut ditunggu-tunggu , reaksinya Pak Menteri BUMN...



Di saat galau to the max itu, tiba-tiba temen saya ngajak nyari tiket Brantas ke xxxx.
)
