30-05-2012, 10:03 AM
(30-05-2012, 06:05 AM)ady_mcady Wrote: dulu kalo gak salah, si operator sepur itu pernah bilang, kalau disuruh memilih, mending gak usah di kasih pso, tapi k3 diganti k3ac dengan tarif menentukan sendiri. jangan2 ini adalah upaya untuk ke arah sana, pembebasan sama sekali pso sekaligus penghilangan k3. caranya, gerbong dikurang dikit2, nanti pemerintah meradang, lalu pso dikurangi. semakin dikurangi, operator semakin mengurangi jumlah gerbong, sampai lama2 habis. nanti kalau ditanya kenapa tidak ada layanan k3 lagi? alasannya, lha wong sudah tidak dikasih pso lagi sama si bos atau uang pso hanya cukup buat 1 gerbong saja.
mudah2an perkiraan saya salah.
mungkin saat ini justru PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang meradang karena kontrak PSO saja belum ada padahal sudah mau tengah tahun, berikut Tanggapan Dirut Sepor masalah PSO .
"Sumber Berita"
Wawancara Khusus (Bagian 2)
Dirut KAI: Saya Mau Layanan Kereta Seperti China atau Prancis
detikfinance
.......
Kalau untuk anggaran public service obligation (PSO)/subsidi itu bagaimana?
Kalau PSO itu, untuk tahun ini kontraknya juga belum ada kok. Bukan cuma belum cair, kontraknya saja belum. Wong yang tanda tangan harus dari saya. Nggak ada, sampai saat ini belum ada. Terus dibilang, apa KAI terus mempersulit. Saya itu yang terima uang, tidak mungkin saya mempersulit. Belum teken kok.
Kenapa dana PSO kereta belum turun? Apa setiap tahun kayak gitu ya?
Setiap tahun, saya nggak tahu bagaimana prosesnya. Kok lama sekali. Banyak hal untuk perubahan-perubahan ini harus dipersiapkan oleh kementerian perhubungan sebagai kuasa pemegang anggaran. Kami selalu mendukung kok
Artinya sampai pertengahan tahun ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) masih nombok?
Persis dan KAI rugi.
Berapa sih PSO untuk tahun ini?
Rencananya Rp 770 miliar naik dari Rp 635 miliar (tahun lalu). Kebutuhan kita kalau mau bagus, maksudnya kalau wajarlah ya. Kelas ekonomi sama KRL itu, ya kira-kira sampai Rp 1 triliun. Itu dalam kondisi yang baik lah.
........
atau lebih lengkapnya bisa telusur langsung disini dan disiniWawancara Khusus (Bagian 2)
Dirut KAI: Saya Mau Layanan Kereta Seperti China atau Prancis
detikfinance
.......
Kalau untuk anggaran public service obligation (PSO)/subsidi itu bagaimana?
Kalau PSO itu, untuk tahun ini kontraknya juga belum ada kok. Bukan cuma belum cair, kontraknya saja belum. Wong yang tanda tangan harus dari saya. Nggak ada, sampai saat ini belum ada. Terus dibilang, apa KAI terus mempersulit. Saya itu yang terima uang, tidak mungkin saya mempersulit. Belum teken kok.
Kenapa dana PSO kereta belum turun? Apa setiap tahun kayak gitu ya?
Setiap tahun, saya nggak tahu bagaimana prosesnya. Kok lama sekali. Banyak hal untuk perubahan-perubahan ini harus dipersiapkan oleh kementerian perhubungan sebagai kuasa pemegang anggaran. Kami selalu mendukung kok
Artinya sampai pertengahan tahun ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) masih nombok?
Persis dan KAI rugi.
Berapa sih PSO untuk tahun ini?
Rencananya Rp 770 miliar naik dari Rp 635 miliar (tahun lalu). Kebutuhan kita kalau mau bagus, maksudnya kalau wajarlah ya. Kelas ekonomi sama KRL itu, ya kira-kira sampai Rp 1 triliun. Itu dalam kondisi yang baik lah.
........
dari kata kata ini Saya itu yang terima uang, tidak mungkin saya mempersulit mungkin rekans dapat menilai sendiri, apakah para pejabat KAI termasuk para humasnya itu asal jeplak dalam mengambil kebijakan selama ini
.

