14-06-2012, 10:12 PM
(14-06-2012, 04:57 PM)m_ilhami Wrote: Kalau sekarang tidak ada penumpang berdiri 2 menit cukup.Kalau utk lansia dan yang berkebutuhan khusus disarankan utk tidak menggunakan KRL terlebih AC Commuter Line di jam - jam sibuk... Sebab pr calon penumpang KRL di area peron - peron stasiun banyak yang beringas masuk begitu saja spt lautan massa yg pd gak sabar masuk ke KRL tanpa mempersilahkan yg di dalam utk keluar terlebih dulu... Alasan klask, yaitu takut ketinggalan KA dan gak kebagian tempat duduk...
Kalau KRL bogor/depok masinisnya seperti mau ngambil gaji. Tidak sampai 1 menit sudah tutup pintu.
Kalau ada lansia ya sesama penumpang kita saling membantu dong, sebelum turun dikasih jalan agar bisa siap-siap depan pintu.
Tapi sebagai komuter Jabodetabek ada beberapa stasiun yang menjadi mayoritas dinaikin dan diturunin penumpang yang bisa mencapai 2-3 bahkan kalau perlu 4 menit singgahnya, yaitu Tebet, Cawang, Cikini, Gondangdia, Juanda, Suidrman dan Tanah Abang. Pagi hari semua pd berramai2 keluar dari stasiun2 tsb. Sore hari kebalikannya, yaitu pd naik KRL... Kalau malam hari biasanya siudah agak cairan alias gak gitu banyak yang mau naik KRL Ekonomi atau pun AC Commuter Line...
Kebiasaan lain singgah selama 2 menit lebih di Jabodetabek gak laen krn gangguan sinyal, pantograf ada yg meleduk, KRL Eko panas alias Eva (begitu yg sering disebut Rokers KRLMania) mogok dan bentrok dg Gapeka KA - KA jarak menengah dan jauh... Apalagi kalau si KA - KA tsb punya jadwal2 Fakultatif... Khusus di Tn. Abang krn di salah satu peron penuh pr penumpang yg baru turun dr KRL hendak naik tangga ke lt. atas / emplasemen, maka rangkaian KRL berikutnya yg mau masuk stasiun THB dibiarkan nunggu giliran dg dikasih aspek sinyal merah / tidak aman di sinyal masuk...

