27-06-2012, 03:25 PM
(27-06-2012, 12:48 PM)Nicodio Wrote:(27-06-2012, 09:26 AM)Joe_cn Wrote:(27-06-2012, 09:15 AM)Nicodio Wrote:(27-06-2012, 05:12 AM)CC-201-23 Wrote:(27-06-2012, 01:41 AM)kvintaviari Wrote: lucunya lagi kenapa 6 gerbong yang ada itu kadang suka ada 1 gerbong nggak digunakan tapi dibawa2 sama rangkaian dan di pintunya bertuliskan "Kereta Bukan Untuk Penumpang" ??
Aling2? apa sebelumnya ga ada aling2 ya?
Saya pernah tanya aling-aling untuk penahan kereta kalo terjadi kecelakaan. BP dan KA barang selalu ditaruh didepan dan belakang digunakan untuk aling-aling. Setahu saya ini untuk kereta jarak jauh. Kalo penataran sama dhoho baru sekarang ini
Kalo saya setuju Mas CC-201-23, sampai pemerintah menambah subsidi PSO. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga tidak mau rugi banyak. Jadi y disesuaikan denngan subsidinya. Sekalian jadi perhatian pemerintah. Agar menambah subsidi PSO
Di daop IX macam Probo dan Pandan juga pake B ijo koq om yang berarti itu aling2 kan?
Ya dibilang jarak dekat kereta itu merupakan kereta internnya daop IX....
Iya mas joe, aling-aling itu biasanya B atau BP
Iya sih waktu rangkaian KRD Ekonomi PDL-CCL masih bawa sekitar 10/11 gerbong pasti bawa B yang ijo mungkin ya untuk aling2 itu,
kalau gitu untuk KRD Ekonomi PDL-CCL diatas, peraturan 6 gerbong dalam 1 rangkaian berarti yang fungsional untuk penumpang berarti 5 gerbong ya?? karena 1 gerbong penumpang digunakan untuk aling2, saya kira 6 gerbong penumpang fungsional, tambah 1 gerbong untuk aling2 (jadi 7 sih hahaha
)
Indonesian RailFans | Fans of CC 203 03 Dipo Induk BD


