26-07-2012, 03:11 PM
(26-07-2012, 08:18 AM)Abu Hafsh Wrote: Sebenarnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa mendesain meja pemesanan tiket, seperti CS di Bank, yang monitornya bisa di putar menghadap ke pelanggan. jadi kalo ada pelanggan yang pesan tiket dan dibilang habis, petugas tiket tinggal menunjukkan ke pelanggan itu ketersediaan tempat duduk melalui monitor tadi.setuju. Rasanya penuh ketidaktransparasi
karena sekarang ini terkesan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu takut dengan calon penumpang, sehingga loket mesti di kerangkeng tertutup (khususnya loket K3 yang saya tahu). dan penumpang kadang ga yakin kalo tiket dibilang habis. karena pernah kejadian di st.solojebres, seorang calon penumpang jam 13.30 tanya tiket KA Bengawan untuk hari tsb dibilang habis, yang ada tiket Go Show dan dijual nanti jam 16.00. nah orang tadi lalu dapat tiket dari calo seharga 60.000 dan tercetak di jam 14.30 hari yang sama. ada apa ini?? kalo memang kerja mereka bener, kenapa mesti takut dengan calon penumpang??? ini sebenarnya mengindikasikan bahwa mereka ada kesalahan, makanya takut untuk transparan dan berhadapan langsung dengan pelanggan.
kalo bisa transparan mengenai ketersediaan tiket dan calon penumpang melihat sendiri di layar monitor, tentunya masyarakat akan lebih percaya dengan KAI
(26-07-2012, 08:55 AM)Joe_cn Wrote:tapi ada lo stasiun kecil yang monitornya bisa diliat calon pax...(26-07-2012, 08:18 AM)Abu Hafsh Wrote: Sebenarnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa mendesain meja pemesanan tiket, seperti CS di Bank, yang monitornya bisa di putar menghadap ke pelanggan. jadi kalo ada pelanggan yang pesan tiket dan dibilang habis, petugas tiket tinggal menunjukkan ke pelanggan itu ketersediaan tempat duduk melalui monitor tadi.
karena sekarang ini terkesan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu takut dengan calon penumpang, sehingga loket mesti di kerangkeng tertutup (khususnya loket K3 yang saya tahu). dan penumpang kadang ga yakin kalo tiket dibilang habis. karena pernah kejadian di st.solojebres, seorang calon penumpang jam 13.30 tanya tiket KA Bengawan untuk hari tsb dibilang habis, yang ada tiket Go Show dan dijual nanti jam 16.00. nah orang tadi lalu dapat tiket dari calo seharga 60.000 dan tercetak di jam 14.30 hari yang sama. ada apa ini?? kalo memang kerja mereka bener, kenapa mesti takut dengan calon penumpang??? ini sebenarnya mengindikasikan bahwa mereka ada kesalahan, makanya takut untuk transparan dan berhadapan langsung dengan pelanggan.
kalo bisa transparan mengenai ketersediaan tiket dan calon penumpang melihat sendiri di layar monitor, tentunya masyarakat akan lebih percaya dengan KAI
Bener juga, bukan takut sebenarnya om, tapi kalo bisa lebih "untung" kenapa tidak?
Aneh juga kalo si petugas loket SK ngmg kalo tiket uda abis tapi malah menjual tiket go show?
bener2 ga masuk akal////
(26-07-2012, 09:53 AM)Didit Achmad Wrote:Aku malah kebalik om, yang penting bisa beli (ga cuma cek jadwal & harga) di situs PT.KA, karena nantinya konsumen akan berinteraksi langsung dengan mesin (sistem perkarcisan) tanpa harus lewat petugas (yg sering jadi celah dgn calo). Jadi nanti tiket dicetak di stasiun dengan menggunakan mesin, tinggal ketik kode pemesanan/pindai kode batang 2D, tiket langsung dicetak (kayak pas masuk maskapai luar negeri)(26-07-2012, 09:31 AM)Abu Hafsh Wrote:(26-07-2012, 08:55 AM)Joe_cn Wrote: Bener juga, bukan takut sebenarnya om, tapi kalo bisa lebih "untung" kenapa tidak?
Aneh juga kalo si petugas loket SK ngmg kalo tiket uda abis tapi malah menjual tiket go show?
bener2 ga masuk akal////
tiket go shownya bener om, dijual jam 16.00, jadi yang dari siang nanya tiket itu langsung antri untuk go show, aneh kan, tapi di tangan calo bisa dicetak sebelum jam 16.00.
sebenarnya kalo dari pihak perusahaan kan tidak lebih "untung". yang untung kan oknum kalo model sekarang ini. kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) serius mau memberantas calo ya segala upaya harus dilakukan, kalo di kelas komersial K1 dan K2 sepertinya calo ud jarang yang main, karena harganya yang fluktuatif naik turun.
jadi mungkin saran saya di atas bisa dicoba, paling tidak bisa mengembalikan kepercayaan pengguna KA.
kalau saran ane sih SDM di PT sepur terutama bagian tiketing harus dirubah dan diperbaiki agar kedepannya hal seperti ini tidak terjadi lagi
kecuali kalo calonya bisa kerjasama dgn orang dalam, yah, gimana yah....
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Facebook BB: 55FFFBE5

