22-08-2012, 10:34 PM
malam ini saya ingin berandai-andai kawan....
jika saya memiliki mesin waktu, saya akan kembali ke era 80-an dimana
bangunan besar ini masih bergetar seiring roda besi yang melewai jalur besi di depanya, serta suara derap langkah dari orang yang hilir mudik
[spoiler]
[/spoiler]
dimana palang tanda nama stasiun Palang ini masih dapat terlihat dan terawat, serta si kuda besi masih berada di depanya, menunggu jam keberangkatan dengan gagahnya
[spoiler]
before
[spoiler=from cak winarno]
[/spoiler]
after (why santa?)
[spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
ini juga jadi spot favorit saya, karna disini saya bisa melihat kereta satu rangkaian yang sedang berjalan dengan anggunya melewati persawahan yang menghijau
[spoiler]
![[Image: 196001_3507642178535_687196438_n.jpg]](https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196001_3507642178535_687196438_n.jpg)
railbednya gundukan di belakang gubug pematang sawah di depan pohon[/spoiler]
bolehlah sering-sering kesini liat kuda besi yang lagi meliuk di tikungan dengan indahnya
[spoiler]
![[Image: 547356_3507643818576_1154777897_n.jpg]](https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/547356_3507643818576_1154777897_n.jpg)
zoom
![[Image: 378652_3507644578595_1322960015_n.jpg]](https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/378652_3507644578595_1322960015_n.jpg)
[/spoiler]
ya, jalan-jalan dengan adik kemarin sore (daripada dirumah cuma nyemil jajan lebaran mulu) telah membuat saya mengkhayalkan betapa indahnya jika jalur ini aktif kembali, dan betapa berkorbanya para nenek moyang kita yang susah payah menerjang hutan belantara dan membangun jalur kereta yang seakan dibuang oleh pemerintah kita sekarang, waktu masuk stasiun palang, saya merasakan perasaan aneh, antara seram dan ada hawa kebencian, mungkin itu arwah para pekerja yang marah karna usaha dan perjuangan mereka dulu tidak dihargai
jika saya memiliki mesin waktu, saya akan kembali ke era 80-an dimana
bangunan besar ini masih bergetar seiring roda besi yang melewai jalur besi di depanya, serta suara derap langkah dari orang yang hilir mudik
[spoiler]
[/spoiler]dimana palang tanda nama stasiun Palang ini masih dapat terlihat dan terawat, serta si kuda besi masih berada di depanya, menunggu jam keberangkatan dengan gagahnya
[spoiler]
before
[spoiler=from cak winarno]
[/spoiler]after (why santa?)
[spoiler]
[/spoiler][/spoiler]
ini juga jadi spot favorit saya, karna disini saya bisa melihat kereta satu rangkaian yang sedang berjalan dengan anggunya melewati persawahan yang menghijau
[spoiler]
![[Image: 196001_3507642178535_687196438_n.jpg]](https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196001_3507642178535_687196438_n.jpg)
railbednya gundukan di belakang gubug pematang sawah di depan pohon[/spoiler]
bolehlah sering-sering kesini liat kuda besi yang lagi meliuk di tikungan dengan indahnya
[spoiler]
![[Image: 547356_3507643818576_1154777897_n.jpg]](https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/547356_3507643818576_1154777897_n.jpg)
zoom
![[Image: 378652_3507644578595_1322960015_n.jpg]](https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/378652_3507644578595_1322960015_n.jpg)
[/spoiler]
ya, jalan-jalan dengan adik kemarin sore (daripada dirumah cuma nyemil jajan lebaran mulu) telah membuat saya mengkhayalkan betapa indahnya jika jalur ini aktif kembali, dan betapa berkorbanya para nenek moyang kita yang susah payah menerjang hutan belantara dan membangun jalur kereta yang seakan dibuang oleh pemerintah kita sekarang, waktu masuk stasiun palang, saya merasakan perasaan aneh, antara seram dan ada hawa kebencian, mungkin itu arwah para pekerja yang marah karna usaha dan perjuangan mereka dulu tidak dihargai

