Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
terhitung 1 januari 2012 padagang di larang jualan di atas kereta dan di stasiun
(31-08-2012, 11:48 PM)Logawa_ATB Wrote:
(31-08-2012, 11:12 AM)Joe_cn Wrote: Ya ga bisa dong om bukan masalah percontohan ato lain2, kalo emang dicabut larangannya ya spanduknya harus dicabut, itu kan akan mengganggu kenyamanan pengguna KA juga, mereka ngertinya di kereta gada asongan, lha ketika kereta berangkat dan berhenti di stasiun tertentu tuh asongan tetap ada.
Lagian spanduk di SGU kan bukan maksudnya cuma di SGU aja tuh asongan ga masuk KA mestinya di semua stasiun yang akan dilewati KA itu dong,gimana seh?
Masa spanduk itu artinya hanya di SGU asongan ga jualan, sementara di stasiun lain terserah deh???Bethe

Terus terakhirnya pake kalimat kalo ane ga salah. kalo gitu kita yang baca perlu percaya ga tulisan ente bang?Bingung

Kalo saya koq malah berpandangan lain ya..., saya malah menganalogikan spanduk berisi larangan itu kyk rambu2 lalu lintas.

Misal ilustrasinya kyk gini, penumpang KA ibarat penumpang bis TransJakarta. Penumpang bis tsb pingin nyaman dlm perjalanan, nggak macet & sampai tujuan tempat kerja pun cepet. Akhire jln dimana bis tsb melintas dibuat steril, dipasangi rambu2 lalu lintas selain bis TransJakarta "DILARANG MASUK".

Eh, kenyataannya kalo lihat di tivi & baca berita di koran masih ada saja kendaraan pribadi kyk sepeda motor & mobil nyerobot masuk. Alasan mereka, jalur di sebelahnya macet. Itu ajah masih ada rambu2 masih diserobot. Trus akhire pihak pengelola seolah2 pasif / nggak ada aksi utk menghalau. Penumpang bis TransJakarta yg merasa nggak nyaman akhire minta ketimbang di-serobot2 terus mending rambu2nya dibuang saja. Kalo udah kyk gitu saya pikir sepeda2 motor & mobil2 pribadi yg menyerobot jalur tsb malah ada di posisi menang. Lha wong nggak ada larangan lg koq... Ngakak

Asongan di stasiun2 itu ada akibat dari PEMBIARAN dari kinerja Dirut2 terdahulu yg akhirnya membuat suatu kultur yg turun temurun, apalg menyangkut isi perut & hajat hidup org banyak. Mau dirubah dlm waktu singkat pun nggak gampang, perlu waktu utk mengikisnya pelan2. Saya rasa perlu peran aktif dr pengguna jasa KA jg. Asongan nggak perlu naik ke dalam kereta & penumpang KA bersedia turun kalo mau jajan atau membeli oleh2 atau cemilan. Kalo merasa resiko meninggalkan tas berisi barang2 berharga ya puasa/nggak perlu jajan.

Kalo saya berposisi sebagai pedagang asongan ya berpikir rasional sj. Kalo ada duit banyak ya tinggal sewa buka kios di area peron stasiun. Kalo nggak ada duit banyak ya mencoba mencari celah bisnis yg lain. Toh, kalo merasa makhluk ber-Tuhan pasti akan ada berkah2 yg berdatangan kalo kita percaya kepadaNya & selalu berusaha.

#sorry, kepanjangan Ngakak

Kalo menurut saya bukan PEMBIARAN maz, mungkin dalam pikiran saya PT Spor sebenarnya juga sudah sabar terkait pedagang asongan ini. Kalo dipikir2 lagi, mengapa pedagang asongan begitu urakan di Stasiun CN dan PWT karena kedua stasiun BELUM dikatakan sebagai stasiun tujuan akhir kereta.
Mengapa sya katakan belum, karena semua kereta baik jarak menengah maupun jauh berhenti di kedua stasiun ini. Coba kalo ada kreta jurusan Cirebon - Semarang, Cirebon - Surabaya, Cirebon - Pekalongan, Cirebon - Purwokerto, Cirebon - Kroya, Cirebon - Yogya, Cirebon - Solo, Purwokerto - Jogja, Purwokerto - Jakarta, dll. Dengan begini kereta jarak jauh seperti Surabaya - Jakarta, Malang - Jakarta, Solo - Jakarta ngga perlu repot berhenti di Cirebon dan Purwokerto, sehingga bisa mengurangi kepadatan pedagang.
Tapi konsekuensinya juga banyak, pedagang juga tetep berjualan sebelum kereta diberangkatkan di stasiun CN dan PWT, terjadinya MIGRASI pedagang ke stasiun seperti Jogja, Solo, dan Semarang, harus ada masinis pengganti di dalam kereta jarak jauh itu sendiri, jalur ganda lintas utara dan selatan harus selse.
Reply


Messages In This Thread
RE: terhitung 1 januari 2012 padagang di larang jualan di atas kereta dan di stasiun - by bramoy - 01-09-2012, 06:40 AM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)