17-12-2012, 08:32 AM
(17-12-2012, 12:01 AM)PJL_Hunter Wrote:(16-12-2012, 11:48 PM)dozykayen Wrote: Memang kok, dari tv, berita online (de***.com)de el el memang kadang2 melebih-lebihkan berita tentang PLH, bahkan kadang memojokkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sehingga, berita langsung menyalahkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator. Pers boleh bebas, tapi tidak sampai memojokkan 1 pihak dong...Kayaknya de*** setelah mejadi bagian dari T***S7 emang jadi ancur gitu kok. Berita kadang2 belum siap tetep dipublish
Emang kayaknya Black Campaign terhadap Kereta Api sangat gencar kok. Seperti contoh, gak pernah diekspos kritik terhadap Troll Lintas Jawa, juga jarang banget ada berita tentang KA. Tapi andaikan giliran PLH dikit aja (Sekecil PL nemper orang), langsung deh "IH WAW KA ITU BERBAHAYA DST DST"
Disisi lain, media yang punya kekuatan (harusnya) kayak MKA jarang mengcounter black campaign terhadap KA. Berita PLH disana cuman sehalaman, dan gaada opini yang bisa digunakan untuk melawan "media sesat". Dan juga dari KAI sendiri kurang banget promosinya. Coba misalnya kayak Airline gitu, kan gencar banget promonya di Koran...
Kami sbeagai RF bukan nyari perhatian, tapi cuman minta agar KA tidak "dibunuh pelan2". Ingat, kalau KA gak ada dan ruas jalan di Jawa macet semua, menyesallah kalian!
mungkin karena ada kepentingan lain dibalik pembunuhan pelan-pelan kereta api ini, biasanya dari industri 'lawan' yaitu industri mobil yang tentu saja memberikan porsi lebih kepada fihak yang berwenang. Fihak yang berwenang tersebut juga tidak pro kepada transportasi massal seperti kereta api, sehingga gak ada pembelaan apapun dari mereka. KAI sendiri mungkin entah tidak peduli atau tidak mau tau atau bagaimana pada media yang terlalu berlebihan tersebut.
BOO-THB-PLM
my "lovely" route hahaha...

my "lovely" route hahaha...


