28-12-2012, 09:47 PM
(28-12-2012, 07:13 PM)kikansha_otaku Wrote: [spoiler]
Hmm.. dari pemahaman saya sendiri warta blok itu bukan 'minta' tapi 'memberi kabar'. Stasiun yang memberangkatkan mengunci sinyal keluarnya saat mengirim warta, dan kuncinya hanya bisa dibuka oleh stasiun tujuan.
Perangkat ini menghubungkan kunci sinyal keluar di satu stasiun dengan kunci sinyal masuk di stasiun tetangganya. Awalnya sinyal keluar stasun pemberangkatan (st. A) tidak terkunci, sinyal masuk di stasiun tujuan (st. B) terkunci. Setelah memberangkatkan kereta dan sinyal keluar ditutup, PPKA stasiun yang memberangkatkan melakukan prosedur ini:
- mengembalikan sinyal keluar ke semboyan 7.
- menekan kenop saklar engkol
- memutar engkol untuk mengabari bahwa petak antara stasiun tersebut dengan stasiun tujuan terisi kereta
Setelah engkol diputar, indikator blok di kedua stasiun berubah warna menjadi merah:
- sinyal keluar st. A terkunci di posisi semboyan 7, kenop saklar engkol tidak bisa ditekan
- kunci sinyal masuk st. B terbuka.
St. B memberi semboyan 5 di sinyal masuk. Setelah kereta masuk, sinyal dikembalikan ke s7 lalu st. B mengirim warta dengan prosedur yang sama seperti yang dilakukan st. A sebelumnya. Indikator pada mesin blok berubah kembali menjadi putih, sinyal masuk dan kenop saklar st. B terkunci, sebaliknya di st. A sinyal masuk dan kenop saklarnya terbuka.
Indikator merah/putih fungsinya berkebalikan untuk sinyal masuk dan sinyal keluar. Pada sinyal keluar, merah berarti terkunci sedangkan pada sinyal masuk merah berarti terbuka.
CMIIW
Sumber: http://mysite.du.edu/~etuttle/rail/acblock.htm
[/spoiler]
Biar lebih mudeng, saya coba aplikasikan ke soal cerita, ya.....


(misalkan)Diketahui :
St. A = St. Pohgajih
St. B = St. Kesamben
dan KA yg berjalan adalah KA Gajayana (arah Blitar)
(Asumsikan tak akan ada persilangan sampai Blitar)
Kalau seandainya KA Gajayana sedang berjalan ke arah Kesamben (baru keluar Pohgajih), dan warta kereta sudah diberikan pihak PGJ ke KSB, lalu tindakan-tindakan bagaimanakah yang harus dilakukan pihak KSB (terhadap pihak Wlingi misalnya) untuk bisa meng-LS kan KA Gajayana ke arah Wlingi??

hehehe...semoga kata-kata saya tidak membingungkan....hehehehe
sekali lagi mohon pencerahannya ya, para master yang saya hormati....


![[Image: sb.gif]](http://mysite.du.edu/~etuttle/rail/sb.gif)