29-12-2012, 12:41 AM
(28-12-2012, 09:47 PM)G_Rardz Stramala Wrote: Biar lebih mudeng, saya coba aplikasikan ke soal cerita, ya.....
(misalkan)Diketahui :
St. A = St. Pohgajih
St. B = St. Kesamben
dan KA yg berjalan adalah KA Gajayana (arah Blitar)
(Asumsikan tak akan ada persilangan sampai Blitar)
Kalau seandainya KA Gajayana sedang berjalan ke arah Kesamben (baru keluar Pohgajih), dan warta kereta sudah diberikan pihak PGJ ke KSB, lalu tindakan-tindakan bagaimanakah yang harus dilakukan pihak KSB (terhadap pihak Wlingi misalnya) untuk bisa meng-LS kan KA Gajayana ke arah Wlingi??
hehehe...semoga kata-kata saya tidak membingungkan....hehehehe![]()
sekali lagi mohon pencerahannya ya, para master yang saya hormati....*xie xie*
Orang awam coba nebak2
PGJ kirim warta ke KSB seperti biasa, saat kereta sudah lewat KSB dan sinyal keluar KSB diturunkan, KSB kirim warta ke WG.
Yang masih belum jelas adalah bagaimana mekanisme interlocking di satu stasiun itu sendiri antara sinyal masuk, wesel dan sinyal keluar. Kalau mesinnya cuma seperti contoh tadi tanpa tambahan lain, PPKA bisa memberi sinyal masuk aman padahal sepur penuh terisi semua. Status sinyal keluar terkunci atau terbuka tidak menunjukkan kondisi sepur di stasiun kosong atau isi....
Aduhduhduh.. jadi bingung sendiri nih

Mohon pencerahannya
visit my blog
Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api'
RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api'

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.



