Bwat yang blom pernah liat PPKA on Duty...
Penjelasan lanjutan :
Happy reading... :tos:
Santo Tjokro Wrote:Ini lampiran satu photo (permisi pinjam photo mas Itok/Ariska), tampak PPKA cuma pakai tangan KIRI saja membalik sinyal BLOK. Coba dia harus membalik sinyal MUKA (tanda panah Hijau), pasti posisinya bakal lain.
Nah, bagian yg berat (membalik handel Sinyal Masuk dan Sinyal Muka) tampaknya akan diserahkan ke asistennya yg lagi siap2 ber-aksi (di sisi kiri) nunggu PPKA selesai membalik Sinyal BLOK.
Susanto
Penjelasan lanjutan :
Santo Tjokro Wrote:Sinyal Mekanik menggunakan KAWAT TARIK. kawat ini dilewatkan belasan - puluhan roda-roda kecil (PULLEY) untuk menghubungkan Handel dng. Sinyal atau Wesel. Semakin JAUH titik yg dilayani, semakin BERAT (secara FISIK) pengoperasianya.
- Karena KAWAT TARIK ini mengalami geseran dng. roda2 pulley, dan ada friction-friction yg hilang per roda pulley, walaupun ada aturan diminyaki (tapi seringkali kering), belum lagi kalau route kawatnya menikung/berubah arah, (plus dijadikan JEMURAN BAJU oleh penduduk di sepanjang rel), maka semakin PANJANG kawat akan semakin BERAT menariknya
- Semakin panjang kawat, makin besar penguluran panjangnya, sekuat apapun material kawatnya. Padahal sudut putar roda handel sama buat setiap sinyal dan wesel, jadi ratio pembandingan roda handel dng. roda-roda pulleynya yg diatur dan menjadi semakin BERAT peng-operasia handelnya bila kawat semakin panjang
Maka dari itu diperlukan PEMBANTU PPKA yaitu Juru Sinyal, :
- untuk meringankan kerja FISIK PPKA, karena orang yg kerja lebih banyak, terutama untuk setasiun besar yg rumit layoutnya
- untuk membantu MELIHAT dan MENDENGAR kedatangan KA, kalau diperlukan untuk Tahan Sinyal sebentar, baru diberi aman (untuk BLB misalnya). Maka RUMAH SINYAL umumnya berupa bangunan yg TINGGI biar Juru Sinyalnya bisa melihat dng. lebih jelas kedatangan KA dan mendengar lebih baik suara suling KA.
- mambantu PPKA berkonsentrasi atas Reglemen 19, bukan malah bekerja fisik
Berapa JAUH jarak yg bisa dilayani operatornya? Banyak faktor penentunya.
Pada kasus standard, panjang setengah emplasemen sampai ke sinyal BLOK sekitar 200 - 250 meter (patokannya unt KA barang berhenti), panjang ke BATAS LANGSIR - Sinyal MASUK sekitar 300-400 meteran (tergantung apa yg mau dilangsir), jarak Sinyal MASUK ke Sinyal MUKA - TERGANTUNG MEDAN, kalau lurus bisa 250-300 meteran, kalau menikung lebih jauh lagi, tergantung puncak kecepatan KA dan jenis KA yg dilayani. NAH, angka-angka ini yg harus dijumlah unt menentukan jarak.
Pada stasiun standard yg kecil - sederhana layoutnya, Sinyal MUKA bisa sekitar 700-800 meteran atau bahkan bisa sampai 1 km dari posisi PPKA.
Kalau pernah lihat bgm PPKA mengoperasikan sinyal BLOK/Berangkat, cuma pakai SATU tangan, santai sambil ngobrol pula, trus lihat dia lagi bagaimana kalau dia membalik Sinyal MUKA, harus pakai KUDA2, plus DUA TANGAN, plus ANCANG2, plus NGEDEN, plus DUA KALI HENTAKAN, baru kita ngerti, mengapa diperlukan Rumah-Rumah Sinyal di stasiun yg rumit layoutnya.
(catatan saja RS Manggarai dulu punya sekitar 44 (empat puluh empat) roda handel yg harus dilayani di masing RS A dan RS B). Kalau dengan lebih dari 80 roda Handel, satu PPKA harus kerja sendirian, GAK ADA YG MAU jadi PPKA).
Susanto
Happy reading... :tos:
![[Image: spammingsj0.gif]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/spammingsj0.gif)


![[Image: BalikSinyal.jpg]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/BalikSinyal.jpg)