10-03-2013, 11:36 AM
(10-03-2013, 10:50 AM)Joe_cn Wrote:(10-03-2013, 10:45 AM)ardial Wrote: awalnya begini Mas Jonathan
sebenarnya kan yang bener2 gak boleh Jika dia sampai mengganggu penumpang,tidak mengenakan Seragam Resmi, ataupun masuk bergerombol.
Ini yang benar2 mau diberesin.
nah kalau tahu seperti ini Pakai Sistem PassAc(Passivenya Pedagang daerah setempat sebutkan Makanan Daerah Setempat untuk di jajakan di Reska, Activenya Orang Reska Cuma Melengkapi apa yang biasa dijajakan tapi jangan memberatkan penumpang).
Loh emang gitu toh awalnya?
asli saya baru tau kang...
Berarti selama pedagang asongan itu ga bergerombol dan ga ganggu penumpang boleh2 aja gitu?
Berarti bisa aja dong tuh pedagang asongan bagi rute, semisal pedagang A dan B dia bedinas di Eko 1-2 saja, semntar pedagang C dan E bergantian di EKo 3 dan 4 begitu boleh kang?kan yg penting ga bergerombol...
Mengganggu juga kadang2 relatif kang bagi sebagian penumpang, teriak2 dari luar saja mungkin uda mengganggu bagi sebagian penumpang eksa, tapi di sisi laen, pedangang itu masuk asal mereka ga teriak2 dan menjual dagangan dengan volume suara yg ga menggelegar termasuk sah2 aja bagi para penumpang KA ekonomi...
gimana dong kang?
Kang Joe, itu kan kejadian yang saya bilang itu terjadi Di K2
6 Bulan Lalu 20 Pedagang Masuk Sambil teriak2, untung sudah Jam 5 pagi jadi tidak terlalu membuat penumpang risau.
cuma kasihan lansia yang merasa terganggu+KAnya telat.
ya kalau Di K3 Modusnya nyebrang Ex:1.
Pedagang Cikampek turun Di Haurgeulis,
2.Haurgeulis Turun di Cirebon,
3.yang Cirebon turun Di Stasiun Persilangan macam Losari, Tanjung, dan Bulakamba.
setelah itu gak inget cuma yang inget Semarang Turun Gundih, Gundih Turun Jebres dan Jebres Palingan Madiun, soalnya saya gak sampai Madiun


