26-02-2009, 02:14 PM
Quote:Ini juga yang menjadi alasan pemerintah mengimpor KRL dari Jepang. Pemerintah tidak punya cukup dana untuk membeli dari INKA, sedangkan membeli dari Jepang lebih murah. Sbenarnya kualitas KRL Jepang dan Indonesia sama saja, karena INKA dulu melakukan alih teknologi dengan Nippon Sharyo, Jepang dan Bombardier, Perancis. KRL INKA memenuhi standar Jepang dan Eropa. Perlu diketahui, jumlah KRL AC yang siap guna lebih banyak 20 % daripada KRL Non AC yang siap operasi. Nantikan kedatangan KRL seri 8500 terakhir (8513) dan kedepannya KRL akan dipesan dari INKA (tapi mesin Jerman) dan ada juga JR seri 205 yang akan dikirim.
Mohon klarifikasi "kedepannya KRL akan dipesan dari INKA (tapi mesin Jerman)" dan kalo bisa bocoran bentuk rancangan atau jadinya
Penasaran mode : on
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar

