29-04-2013, 11:05 PM
Perkembangan terakhir dikutip dr Suara Merdeka
Lalai Periksa Lokomotif, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Bebastugaskan Petugas
SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera membebastugaskan pegawai Depo Poncol yang terakhir bertugas memeriksa lokomotif CC 2039816 pada Minggu (28/4) pagi. Akibat kelalaiannya, lokomotif tersebut berjalan sendiri tanpa masinis dari Depo Poncol hingga Desa Nolokerto, Kaliwungu, Kendal.
Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop IV Semarang Totok Suryono mengatakan, kejadian ini murni akibat kelalaian petugas di Depo Poncol. Petugas yang terakhir bertugas memanasi mesin loko sebelum digunakan untuk menarik rangkaian KA Argo Sindoro tersebut, lupa mencopot handle pembalik arah. Akibatnya, loko yang sedang dalam keadaan hidup tersebut jalan sendiri tanpa masinis.
"Sesuai prosedur, seharusnya handle pembalik arah tidak boleh ditinggal tanpa ada petugas di dalam kabin masinis. Ketika petugas keluar, handle harus dilepas dan dibawa. Ini handle dtinggal keluar oleh petugas, sementara di dalam kabin tidak ada orang," katanya, Senin (27/4).
Handle pembalik arah dalam lokomotif berfungsi sebagai persneling otomatis. Sistem kerja loko yang seperti mobil matic, membutuhkan handle untuk maju atau mundur. Karena sistem matic itulah, loko akhirnya anjlok saat berada di tikungan karena kecepatan yang cukup tinggi.
Dijelaskan, sebelumnya loko buatan Amerika yang diproduksi General Electric tahun 1998 ini sudah dicek di Depo pukul 00.30 Wib, dan selesai pukul 01.15 Wib. Lalu pada pukul 03.50 Wib loko dihidupkan lagi untuk pemanasan dan pengecekan terakhir.
Ketika mesin dihidupkan untuk dipanasi, petugas kemudian keluar kabin untuk memeriksa kondisi bahan bakar minyak dan air brake. Air brake adalah alat untuk menggabungkan loko dengan rangkaian gerbong. Di saat petugas keluar itulah, loko jalan sendiri.
"Pemanasan dan pengecekan loko itu wajib, karena ini SOP sebelum sebuah kereta berjalan mengangkut penumpang," terangnya.
Loko naas ini akan dibawa kembali ke Depo Poncol untuk dicek kerusakan terlebih dulu, sebelum diperbaiki di Balai Yasa Yogyakarta. Salah seorang mekanik Depo Poncol yang enggan disebutkan namanya mengatakan, rem loko saat itu masih berfungsi, karena jika loko dalam posisi hidup, rem pasti berfungsi, sebab rem menggunakan sistem udara.
Soal kondisi jalur Semarang-Kaliwungu yang menurun, dia menyatakan tidak tahu. Namun bila melihat jalur KA yang datar, sangat kecil kemungkinan loko jalan sendiri karena jalan menurun, ebab selama ini roda loko tidak perlu diganjal saat sedang dipanasi atau diperbaiki.
( Fani Ayudea / CN38 / JBSM )
Lalai Periksa Lokomotif, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Bebastugaskan Petugas
SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera membebastugaskan pegawai Depo Poncol yang terakhir bertugas memeriksa lokomotif CC 2039816 pada Minggu (28/4) pagi. Akibat kelalaiannya, lokomotif tersebut berjalan sendiri tanpa masinis dari Depo Poncol hingga Desa Nolokerto, Kaliwungu, Kendal.
Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop IV Semarang Totok Suryono mengatakan, kejadian ini murni akibat kelalaian petugas di Depo Poncol. Petugas yang terakhir bertugas memanasi mesin loko sebelum digunakan untuk menarik rangkaian KA Argo Sindoro tersebut, lupa mencopot handle pembalik arah. Akibatnya, loko yang sedang dalam keadaan hidup tersebut jalan sendiri tanpa masinis.
"Sesuai prosedur, seharusnya handle pembalik arah tidak boleh ditinggal tanpa ada petugas di dalam kabin masinis. Ketika petugas keluar, handle harus dilepas dan dibawa. Ini handle dtinggal keluar oleh petugas, sementara di dalam kabin tidak ada orang," katanya, Senin (27/4).
Handle pembalik arah dalam lokomotif berfungsi sebagai persneling otomatis. Sistem kerja loko yang seperti mobil matic, membutuhkan handle untuk maju atau mundur. Karena sistem matic itulah, loko akhirnya anjlok saat berada di tikungan karena kecepatan yang cukup tinggi.
Dijelaskan, sebelumnya loko buatan Amerika yang diproduksi General Electric tahun 1998 ini sudah dicek di Depo pukul 00.30 Wib, dan selesai pukul 01.15 Wib. Lalu pada pukul 03.50 Wib loko dihidupkan lagi untuk pemanasan dan pengecekan terakhir.
Ketika mesin dihidupkan untuk dipanasi, petugas kemudian keluar kabin untuk memeriksa kondisi bahan bakar minyak dan air brake. Air brake adalah alat untuk menggabungkan loko dengan rangkaian gerbong. Di saat petugas keluar itulah, loko jalan sendiri.
"Pemanasan dan pengecekan loko itu wajib, karena ini SOP sebelum sebuah kereta berjalan mengangkut penumpang," terangnya.
Loko naas ini akan dibawa kembali ke Depo Poncol untuk dicek kerusakan terlebih dulu, sebelum diperbaiki di Balai Yasa Yogyakarta. Salah seorang mekanik Depo Poncol yang enggan disebutkan namanya mengatakan, rem loko saat itu masih berfungsi, karena jika loko dalam posisi hidup, rem pasti berfungsi, sebab rem menggunakan sistem udara.
Soal kondisi jalur Semarang-Kaliwungu yang menurun, dia menyatakan tidak tahu. Namun bila melihat jalur KA yang datar, sangat kecil kemungkinan loko jalan sendiri karena jalan menurun, ebab selama ini roda loko tidak perlu diganjal saat sedang dipanasi atau diperbaiki.
( Fani Ayudea / CN38 / JBSM )
RF bambangwitjak, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.

