11-05-2013, 12:50 PM
(11-05-2013, 10:54 AM)mij_jim Wrote: Back to topic.
yang saya takutkan adalah adanya perlakuan yg berbeda antara penumpang yg beli tiket sub kelas lebih rendah dengan sub kelas yg lebih tinggi , atau malah ini adalah sebuah keuntungan bagi si pemegang tiket sub kelas yg lebih tinggi ya ?
Dan baru sadar, dengan sistem ini kita gak bisa pindah tempat duduk lagi dong yah, biasanya kan kalo dpt kursi yang rada ga enak bisa pindah ke kereta lain yang kosong, lah skrg sudah fix beli tempat duduk disitu ya gak boleh pindah-pindah lagi
Hihihihi, biasanya juga kalau perjalanan jauh, orang yang rela jalan dari ujung kereta ke ujung yang lain buat nyari kursi kosong juga ndak terlalu banyak kok mas, paling kalo ada juga sejenis eR eP .... saya sendiri paling pol cuma pindah ke kereta sebelah (misalnya dari kereta 1 ke kereta 2). Jadi ya kayaknya ndak terlalu bermasalah juga bagi kebanyakan orang tentang sistem subkelas ini. Hahaha.
Kalau pelayanan ... ya seperti yang sering saya sebutkan di berbagai trid, palingan juga berhubung tempatnya jauh dari KM, kalo pesen makanan agak lama datengnya, trus berhubung di belakang lok juga, kalo non eksekutif ya jadi berisik, lalu di beberapa stasiun gak kebagian kanopi dan peron tinggi, dan seterusnya dan seterusnya .... secara umum sih menurut saya tidak terlalu mengganggu dan mengkastakan penumpang secara ekstrim kok
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013


