28-05-2013, 07:32 PM
(28-05-2013, 04:57 PM)mdnboy Wrote:(28-05-2013, 02:51 AM)bayp4amd Wrote: Iya sih cc205 basicnya dari sd70ace dengan mesin yg berbeda walaupun sama2 EMD 710 tp yang cc205 cuma 8 silinder dan sd70ace 16 silinder
Kenapa KAI gak mesen aja ya sd70ace sekalian tp dibuat gauge seperti dimari, apa terlalu besar ya ukurannya, sd70ace tractive effortnya gede bgt
memangnya bisa? sudah mikirin lebar loknya? dengan lebar lok sama dengan aslinya tapi di atas gauge 1067 mm kan dapat dipastikan loknya terguling
bobotnya saja sudah pasti berat banget, sudah dipikirkan axle load disini??
Bisa kok, tapi harus "diakali".

Starting Tractive Effort sangat dipengaruhi oleh massa loko, makin gede massanya, makin gede traksinya. Masalahnya makin gede massanya, biasanya axleload juga makin gede.
Biar axle load tetep pada ambang batas, berarti axle-nya harus ditambah. Dgn 6 axle, di Indonesia (@18 ton/axle) bisa max 108 ton. Dengan 8 axle, bisa max 144 ton, 10 axle (wew) bisa max 180 ton, dst. Jadi untuk mengimbangi TE loko freight 6 axle ala Amerika, Indonesia butuh loko dengan setidaknya 10 axle.
Ini contoh loko "akal-akalan" buat gauge 1000mm dan axle load 20 ton.
GE C40-9W jadi BB40-9W: http://vfco.brazilia.jor.br/ferrovias/ef...h8as.shtml
EMD SD45 jadi DDM45: http://vfco.brazilia.jor.br/ferrovias/ef...icas.shtml
Liat perbandingan lebar sepur (gauge) dgn lebar loko di gambarnya EMD,
<div style="width:500px;margin:auto;border:9px double #fff;border-radius:20px;background:#00a;color:#fff;box-shadow:3px 3px 20px #888;text-align:center">MENEROBOS PERLINTASAN<br/>DAPAT DIJATUHI<br/>HUKUMAN MATI DI TEMPAT</div>

