13-06-2013, 06:23 PM
Benar2 susah kalau buat nyebrang.
Sebenarnya bisa nyebrang pagar, karena pagarnya kan ga sampai ujung peron sebelah utara. Dan paganya pun bisa diterobos sama org yg berbadan kecil. Tapi waktu di pintu keluar, juga ada pagarnya. Dan biasanya PKD membuka pintu keluar sesuai dgn KA yg datang.contohnya Kalo yang datang K3, ya yg dibuka yang SGU lama. Pintu keluar SGU baru tetap digembok.

Dan menurut saya, memang warga Surabaya lebih memilih naik Pesawat.
Terlihat dari okupansi Bima, Turangga dan Wilis. Full nya selalu dari tengah (SLO atau YK)
Beda dgn Sancaka dan Muttim yang selalu rame.
Sebenarnya bisa nyebrang pagar, karena pagarnya kan ga sampai ujung peron sebelah utara. Dan paganya pun bisa diterobos sama org yg berbadan kecil. Tapi waktu di pintu keluar, juga ada pagarnya. Dan biasanya PKD membuka pintu keluar sesuai dgn KA yg datang.contohnya Kalo yang datang K3, ya yg dibuka yang SGU lama. Pintu keluar SGU baru tetap digembok.

Dan menurut saya, memang warga Surabaya lebih memilih naik Pesawat.
Terlihat dari okupansi Bima, Turangga dan Wilis. Full nya selalu dari tengah (SLO atau YK)
Beda dgn Sancaka dan Muttim yang selalu rame.

