Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[DISKUSI] Pembagian tarif berdasarkan sub kelas
#26
(22-06-2013, 11:45 PM)Logawa_ATB Wrote: Mencoba berbagi opini ya, Kang... cuma saya mencoba berbagi dari sudut pandang yg berbeda.
Kalo menurut saya sich malah nggak ribet & bukan akal2an operator KA dech... emang sengaja itu bagian dari inovasi a la PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Saya malah asyik2 ajah melihat pergerakan / fluktuatif harga tiket yg ditawarkan. Kenapa operator KA harus melakukan sub class seperti yg akan ditawarkan di bulan Juli yg akan datang, menurut saya seperti ini. Mari kita coba lihat kronologisnya :

Tahun 2009, tiket KA Komersial sempat turun karena tuslah (makan & snack) dihapus. Setelah itu pelan2 harga mulai merangkak naik. Tahun 2010 & 2011 harga tiket KA sdh bs dibilang nggak rasional & mahal, penyebabnya ada di thread BERIKUT INI . Namun saat itu harga masih dibuat flat baik weekday atau weekend.

Menurut saya, kalo saja tahun 2012 skema penjualan tiket sama kyk tahun 2010 & 2011, calon pengguna jasa secara psikologi pasti akan jenuh. Nah kemudian ditawarkan sistem baru yaitu shocking price, harga berubah sewaktu2. Coba cek ajah, awal2nya pengguna jasa pasti kaget & mencak2. Awalnya beli mahal eh malah ada yg dijual lbh murah. Atau bahkan sebaliknya, ada pengguna jasa yg terbiasa beli dgn harga yg lebih mahal (karena faktor penjualan sistem flat di tahun 2010 & 2011) trus akhirnya bs beli tiket dgn harga yg lbh terjangkau, pasti dia akan bilang harga tiket turun. Pdhal menurut saya, yg dpt tiket harga lbh rendah itu dibayarin sama yg dpt harga lbh tinggi.

Mulai Juli 2013 disajikan sistem penjualan dgn sub class, dibeberin semua harga dari harga yg lebih rendah sampai harga yg paling tinggi. Silakan pengguna jasa memilih harga. Tp yg namanya komersial, pihak penjual jasa jg punya hak bikin aturan main. Soal kenyamanan jd nilai jual, apakah dibedakan dgn letak seat atau letak kereta. Pengguna jasa lbh memilih harga yg lebih rendah itu udah hal yg alami, wajar & merupakan kultur. Nah sekarang tinggal diserahkan ke pengguna jasa ketika berhadapan dgn harga yg tertinggi bila harga2 yg lbh rendah telah terjual, cuma ambil tindakan take it or leave it sj kan...? Toch operator KA dah jauh2 hari menghimbau & mengingatkan, kalo nggak suka dgn harganya silakan menggunakan moda transportasi lainnya.

Lgpl sekarang jamannya udah berubah, kalo dulu kereta api yg butuh penumpang. Kalo sekarang penumpang yg butuh kereta api. Apa nggak hebat tuch Dirutnya, berani ditinggal calon penumpang.... Ngakak

Lha iya mas'e, kan sudah saya kutip itu kalimat saya, "akal-akalan". Hahaha. Berbagai aspek yang ada di dalem kereta dimanfaatkan untuk menentukan harga. Mau lebih enak ya bayarlah mahalan dikit, kalo yang penting keangkut, selama yang murah ada, ya monggo pilih yang murah.

Saya sendiri termasuk golongan yang "cerewet" dan memperhatikan detail kecil pas naik sepur. Misalnya suara berisik sesaat saat pintu eksekutif terbuka. Jadinya sebisa mungkin memilih seat tengah atau mendekati tengah. Dan saya yakin banyak juga tipe-tipe "cerewet" seperti ini. Ndak salah juga kok kalo PT. Sepur memanfaatkan fakta seperti ini. Namanya juga usaha Ngiler

Secara umum kalo dibeberkan semua harganya gini menurut saya malah bagus kok, kalo selama beberapa waktu belakangan ini kan kita ndak tau harga itu kapan tiba-tiba naik. Kalo pake subkelas kan jadi pada punya pilihan harga dan tau jelas harganya berapa saja, hahaha .... Ngiler
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply


Messages In This Thread
RE: [DISKUSI] Pembagian tarif berdasarkan sub kelas - by Hungry Soul - 23-06-2013, 06:28 AM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)