31-08-2013, 03:10 PM
(31-08-2013, 02:42 PM)ady_mcady Wrote: saya heran sebenarnya masalah utama komuter surabaya ini apa ya? kok seperti hidup segan mati ogah begitu. padahal surabaya dan gerbangkertasusila adalah megapolitan terbesar setelah jabodetabek. tapi layanan komuternya bagai bumi dan langit. bahkan sama bandung dan yogya/solo saja kalah soal layanan komuternya.
ada yang bilang karena armada kurang. tapi kalau armada kurang indikatornya pasti kelihatan, yaitu penumpangnya berjubel luar biasa persis seperti ka2 lokal banten/pwk. sewaktu saya ke surabaya, saya jarang lihat komuter padat bahkan sampai ke atas atap seperti di jalur barat. atau seperti di bandung juga yang superpadat dan penumpang rela menunggu berjam2 sampai kereta datang. indikator kalau demand nya luar biasa.
atau saya salah ya? mohon pencerahannya...
Setuju sekali..
Komuter si Surabaya sangatlah minim.
Ke SDA-Porong saja sekarang hanya 3 jadwal saja dari awal peresmian 9 jadwal.
Ke Mojokerto gak tau deh, mati suri..
Ke Lamongan dari awal masi 2 jadwal saja..
Kalau menurut saya, di wilayah gerbang kertasusila ini akses jalan raya nya tidak sepadat dan semacet di Barat sana. Angkutan umum seperti bus jg banyak (ditambah ada ATB).
Makanya angkutan komuter kurang begitu diminati.
*opini saya saja sih

Impian saya sih setelah DT utara jadi, bakal ditambah lokalan buat SBI-LMG-BBT-BJ.
Lalu komuter susi diperpanjang sampai BG.
Tapi ya gitu deh, just dream..
Wewenang komuter ini kan ada pada DLLAJ, dishub KA dan PT.KAI.

