(29-10-2013, 11:53 AM)triez_RF Cirebon Wrote:Yaps betul sekali, KA barang/semen biasanya mulai dari jam 22.00-subuh, soalnya tempat tinggal saya dekat stasiun Cibinong. Tapi jalur ini belum steril, masih ada perlintasan dengan jalan yang belum ada palang penutupnya.(29-10-2013, 08:16 AM)spoor_hunter Wrote:(29-10-2013, 03:45 AM)megaloblast Wrote:(28-10-2013, 10:37 PM)neonick17 Wrote: ayo PT.KAI / PT.Commuter Line atau siapa saja yang berkompeten...... Coba lihat lah jalur ini... Sayang banget kan dibiarin mangkrak gag jelas begitu...jangantunggu sampai hancur dimakan usia. Manfaatkan lah dan tingkatkan fasilitas yang udah dibuat. jangan jadi sia2.....
lho kan udah dipake buat kereta semen mas :p
ada yang tahu jadwalnya KA semen enggak, kira-kira jam berapa si KA semen mampir di stasiun ini ? biasanya kan jadwal tersebut ditempel di papan pengumuman stasiun Nambo.
coba jawab yah gan.
kalo sampe nambonya sendiri saya gak tau mas.
tapi kalo lok seruntulan (kadang bersama rangkaiannya) masuk CTA biasanya jam 10an PM. mungkin masuk nambo jam 11an.
dan berangkat nambo itu setelah KRL terakhir arah jakarta berangkat CTA
tiap pulang ngantor, selalu ketemu ini kereta soalnya di CTA
(30-10-2013, 10:57 AM)ady_mcady Wrote: lho piye tho? dulu kan bikin jalur nambo memang untuk freight line angkut2 barang (semen, coal). lha ya sudah bener tho dibuat narik argo semen..Kalau memang inisiatif PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk hal itu, kenapa gak sekalian saja jalur Nambo dipakai untuk KA Penumpang (Commuter).
elektrifikasi itu kan setahu saya inisiatif kai untuk mengatasi kekurangan depo krl jika datang armada2 krl tambahan yang katanya sampai 2018 jumlahnya diatas 1000 gerbong. jadi memang bukan tujuan utama pembangunan jalur nambo ini untuk krl.
Lagi pula penumpang dari kota Cibinong/Citeureup dan sekitarnya cukup banyak yg ke Jakarta.
Eh temen2 kereta semennya lewat tuh (22:36 WIB), bunyi klaksonnya kedengaran jelas.
(30-10-2013, 11:55 AM)ady_mcady Wrote: saya yakin krl pasti lewat sini (entah kapan). tujuannya kan sudah jelas, buat depo. kalau gak dipakai, nanti kalau jr 205 yang katanya 180 gerbong totalnya mau disimpan dimana? tasiun gambir?Hahaha, itu gw banget Ady, kerja naik Mayasari Bakti/APTB sampe Rp. 12 ribu, bener2 nguras kantong.
di parungpanjang juga sepertinya sedang dibuat sepur badug buat stabling krl kayaknya. di maja sudah ada. dengan tambahan di nambo, saya pikir cukuplah buat parkir krl.
masalah selanjutnya, lewat jalur ini singgah di stasiun2 atau tidak, itu terserah kai/kcj. kalau saya sih sebagai rf pengennya ya diaktifkan saja stasiun2nya terutama rajek dan cibinong yang kayaknya potensinya gede banget. kalau ada krl ke sudirman dari cibinong bayar cuma goceng orang2 pasti mikir2 juga tho? daripada naik atpb busway bayar 12ribu.

100% yakin banget, penumpang APTB/Mayasari Bakti (Cibinong - Grogol/Tanah Abang) pasti banyak yg beralih ke sini.
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung




