30-12-2013, 05:44 PM
(28-12-2013, 02:23 PM)nino Wrote: natalan kemaren naik penataran dari malang ke surabaya, tiket di loket udah abis, tapi di dalemnya ngga rame2 amat, palingan yang berdiri ngga sampe 20 orang, emangnya pembatasan kapasitas penumpang per kereta sekarang berapakah?
dulu jaman awal2 kereta jarak jauh dibatesin 150 penumpang per kereta penuhnya ngga karuan, buat selonjoran aja susah betul
Sepertinya kasus yang terjadi mirip dengan posting saya di trid Rapih Dhoho di bawah ini dan yang sering saya alami sewaktu jadi PJKA Rapih Dhoho selama (cuma) 5 minggu ....

V
V
V
(26-12-2013, 05:36 PM)Hungry Soul Wrote: Memang dari dulu tiket tanpa tempat duduk masih dijual kok, sekitar 25% dari kapasitas total ... Cuma kalau lagi sepi, tiket tanpa tempat duduk jarang 'terlihat' karena dengan sistem online seperti ini, mengakibatkan irisan-irisan dan membuat kereta jadi tampak lebih sepi.
Misalnya gini, ada orang (Bapak A) dari Jombang mau ke Surabaya, udah tercetak, jadi deh. Dan kebetulan tiket duduk sudah penuh. Nah, kalau sudah begini, orang yang memesan tiket Kediri - Surabaya (Bapak B) setelah Bapak A juga gak bakal kebagian tiket duduk, padahal seat yang diduduki orang itu masih kosong hingga Bapak A naik. Yo wis, si Bapak B tetep beli tiket tanpa tempat duduk. Tapi karena sebenarnya banyak terjadi irisan-irisan seperti yang saya sebutkan di atas, banyak orang dengan tiket tanpa tempat duduk seperti Bapak B ini bisa duduk lega bahkan terkadang hingga sampai Surabaya Gubeng.
Nah saat liburan seperti ini, irisan-irisan seperti itu jarang terjadi, sehingga tampak keretanya lebih penuh .... yah, kurang lebih begitulah analisis saya, demikian, terima kos putri
#eeeh
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013


