24-01-2014, 01:09 PM
Jum'at, 24 Januari 2014 | 10:04 WIB
Gara-Gara Banjir, Kereta Api Molor
TEMPO.CO, Semarang - Bencana banjir di Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol, Kota Semarang, berdampak pada perjalanan kereta api. Perjalanan beberapa kereta api jadi tak sesuai dengan jadwal.
Salah satu penumpang di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Totok, menyatakan akibat banjir membuat puluhan penumpang kereta api terlantar. "Saya telantar hingga enam jam," kata Totok, Jumat, 23 Januari 2014. Warga Tlogosari, Kota Semarang, ini hendak naik kereta Harina tujuan Bandung. Kereta Harina yang seharusnya berangkat pada Kamis malam pukul 20.45 WIB baru berangkat pada Jumat pukul 02.00 WIB dinihari. Totok menyatakan penyebab keterlambatan pemberangkatan kereta itu adalah banjir.
"Petugas mengatakan banjir mengakibatkan rel yang berfungsi hanya satu sehingga harus gantian," kata Totok.
Meski telantar selama enam jam, kata Totok, PT Kereta Api Indonesia tak memberikan perhatian kepada para penumpang. "Menunggu enam jam tanpa diberi konsumsi," kata Totok.
Tak hanya penumpang kereta Harina, penumpang lain tujuan Semarang-Jakarta juga telantar sekitar enam jam. "Yang kereta tujuan Jakarta ada sekitar 100 orang penumpang," kata Totok.
Totok menyatakan setelah di dalam kereta PT Kereta Api hanya memberikan makanan dan minuman. "Ada petugas yang memberi Pop Mie dan satu botol air mineral."
masih mending dikasih,kan ini bukan kesalahan KAI,tapi memang cuaca sedang kurang bersahabat...
Gara-Gara Banjir, Kereta Api Molor
TEMPO.CO, Semarang - Bencana banjir di Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol, Kota Semarang, berdampak pada perjalanan kereta api. Perjalanan beberapa kereta api jadi tak sesuai dengan jadwal.
Salah satu penumpang di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Totok, menyatakan akibat banjir membuat puluhan penumpang kereta api terlantar. "Saya telantar hingga enam jam," kata Totok, Jumat, 23 Januari 2014. Warga Tlogosari, Kota Semarang, ini hendak naik kereta Harina tujuan Bandung. Kereta Harina yang seharusnya berangkat pada Kamis malam pukul 20.45 WIB baru berangkat pada Jumat pukul 02.00 WIB dinihari. Totok menyatakan penyebab keterlambatan pemberangkatan kereta itu adalah banjir.
"Petugas mengatakan banjir mengakibatkan rel yang berfungsi hanya satu sehingga harus gantian," kata Totok.
Meski telantar selama enam jam, kata Totok, PT Kereta Api Indonesia tak memberikan perhatian kepada para penumpang. "Menunggu enam jam tanpa diberi konsumsi," kata Totok.
Tak hanya penumpang kereta Harina, penumpang lain tujuan Semarang-Jakarta juga telantar sekitar enam jam. "Yang kereta tujuan Jakarta ada sekitar 100 orang penumpang," kata Totok.
Totok menyatakan setelah di dalam kereta PT Kereta Api hanya memberikan makanan dan minuman. "Ada petugas yang memberi Pop Mie dan satu botol air mineral."
masih mending dikasih,kan ini bukan kesalahan KAI,tapi memang cuaca sedang kurang bersahabat...



