18-08-2014, 12:16 PM
(28-12-2012, 07:13 PM)kikansha_otaku Wrote: Hmm.. dari pemahaman saya sendiri warta blok itu bukan 'minta' tapi 'memberi kabar'. Stasiun yang memberangkatkan mengunci sinyal keluarnya saat mengirim warta, dan kuncinya hanya bisa dibuka oleh stasiun tujuan.
Perangkat ini menghubungkan kunci sinyal keluar di satu stasiun dengan kunci sinyal masuk di stasiun tetangganya. Awalnya sinyal keluar stasun pemberangkatan (st. A) tidak terkunci, sinyal masuk di stasiun tujuan (st. B) terkunci. Setelah memberangkatkan kereta dan sinyal keluar ditutup, PPKA stasiun yang memberangkatkan melakukan prosedur ini:
- mengembalikan sinyal keluar ke semboyan 7.
- menekan kenop saklar engkol
- memutar engkol untuk mengabari bahwa petak antara stasiun tersebut dengan stasiun tujuan terisi kereta
Setelah engkol diputar, indikator blok di kedua stasiun berubah warna menjadi merah:
- sinyal keluar st. A terkunci di posisi semboyan 7, kenop saklar engkol tidak bisa ditekan
- kunci sinyal masuk st. B terbuka.
St. B memberi semboyan 5 di sinyal masuk. Setelah kereta masuk, sinyal dikembalikan ke s7 lalu st. B mengirim warta dengan prosedur yang sama seperti yang dilakukan st. A sebelumnya. Indikator pada mesin blok berubah kembali menjadi putih, sinyal masuk dan kenop saklar st. B terkunci, sebaliknya di st. A sinyal masuk dan kenop saklarnya terbuka.
Indikator merah/putih fungsinya berkebalikan untuk sinyal masuk dan sinyal keluar. Pada sinyal keluar, merah berarti terkunci sedangkan pada sinyal masuk merah berarti terbuka.
CMIIW
Sumber: http://mysite.du.edu/~etuttle/rail/acblock.htm
saya mau tanya. itu waktu st. A kirim warta yang otomatis mengunci sinyal keluar st. A dan membuka sinyal masuk st. B, apakah juga mengunci sinyal keluar st. B arah st. A?
soalnya kalo gak terkunci riskan juga kalo misalnya ada kereta dari arah C nyelonong masuk petak A-B.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"


![[Image: sb.gif]](http://mysite.du.edu/~etuttle/rail/sb.gif)
