08-02-2015, 09:09 AM
(07-02-2015, 09:40 PM)stasiunkastephanie Wrote:(07-02-2015, 09:50 AM)oke_sr Wrote:(06-02-2015, 05:43 PM)Ardhani Muhad Wrote:Sepertinya Sta. Malang Kota Baru perlu penataan lagi nih, khususnya masalah parkir. Waktu saya mau naik KA 99, turun dari kendaraan saya mbatin, ni mana yang jalan mana yang halaman stasiun? kok nyaris ga ada batasnya. Barusan ngrasani udah ada kejadian, mobil yang baru aja nganter mengklakson berkali-kali agar mobil didepannya segera maju. Udah kesekian kalinya mengklakson tapi mobil yang didepannya ga pula beranjak. Ya iyalah, lha wong di mobil yang didepan itu ternyata parkir & ditinggal sopirnya.Â
Omong-omong soal buah tangan, yang mau beli buah tangan semacam keripik buah di stasiun ini mending pikir-pikir dulu deh. Salah satu kios di sta.ML menjual paketan keripik buah, satu paket yang berisi kira-kira 6 kemasan ukuran sedang yang dijual Rp.30an ribu per paketnya. Harga segitu jelas sangat menggoda 'iman', apalagi keripik buah nangka per 200 gr dijual Rp.20rb di toko oleh-oleh. Beli kayak gituan ibarat beli kucing didalam karung, penumpang satu kereta sama saya jadi korbannya. Setelah kemasan keripik nangka dibuka ternyata volumenya cuma setara segenggam tangan anak kecil, itupun dioplos sama keripik apel, busyet menang banyak tu yang jualÂ![]()
Fyi mas, untuk masalah parkir memang sudah jadi cerita lama. Dulu memang Stasiun ML tidak ada masalah berarti dengan parkir. Itu terjadi dalam kurun waktu 2006 kebawah. Waktu Stasiun ML hanya melayani pemberangkatan KA Penataran/Tumapel, Gajayana dan Matarmaja. Sekarang Stasiun ML sudah bukan lagi kayak dulu, pemberangkatan KA bertambah yakni Malabar, 2x Malioboro, Majapahit, Jayabaya, dan Bima. Untuk masalah ini sudah ada solusinya, proyek rehabilitasi stasiun ML, khususnya pembangunan sisi timur stasiun (Jl Panglima Sudirman) yang akan memakan biaya ratusan milyar rupiah. Beberapa rumah di sisi timur stasiun sudah dibebaskan.
Kalau urusan oleh-oleh mending jangan beli di stasiun mas. Ini berlaku buat temen2 yang lain. Selain menghindari praktek tercela diatas juga ada pusat oleh-oleh keripik di Kota Malang yang terkenal, yakni Jalan Sanan. Disana pusatnya keripik buah, sayur, tempe, jamur, dll(yang paling terkenal keripik tempenya). Toko oleh2 disana banyak, harga bersaing. Kalau mau cari minuman apel khas Agrowisata Batu juga ada, brownies tempe, dan cemilan legendaris lokal juga ada. Bisa naik angkot/mikrolet AMG dan AT arah Arjosari. Keripik buah lainnya ada di arah Dinoyo, Landungsari hingga Batu(Pasar Batu, Selecta, Songgoriti, Beji, dll).
Kalau saya biasa belinya di sini http://www.wisatakuliner.com/kuliner/pus...-jaya.html
Menambahkan cerita lagi...
Kayaknya desain sta. ML ini emang sebenarnya direncanakan cuman buat sedikit KA, makanya layoutnya kayak gitu. Nah, waktu KA cuman ada Penataran-Dhoho-Tumapel, Gajayana, Matarmaja, ma Tawang Alun, desain stasiun yg begitu (bangunan, jalur, emplasemen, sepur simpan, parkiran) mungkin gak jadi masalah. Dan emang benar, tahun 2006 ke bawah Malang masih sepi2nya. Mulai rame2nya Malang itu tahun 2007 ke sini. Karena ada lumpur Lapindo, orang2 banyak yg agak males PP Surabaya-Malang, makanya orang lebih memlih menetap & kerja di Malang daripada PP (apalagi pertumbuhan kota Surabaya yg makin pesat, jadi sebagian orang memilih tinggal di Malang, soalnya masih sepi). Nah, mulai 2010 ke atas, mulai banyak bermunculan KA ke ML, diantaranya:
Dari situ sudah bisa dilihat bahwa sepur ke ML makin banyak sehingga sepur simpan di ML sudah gak cukup lagi menampung semua KA (terutama KA malam) yg parkir di ML.Dan ini juga berimbas parkir kendaraan bermotor di ML yg makin penuh. Jadi, solusi untuk masalah ini adalah selain revitalisasi ML, juga perlu ada pemindahan keberangkatan & kedatangan KA PSO menjadi dari/ke MLK, sedangkan ML hanya melayani pemberangkatan KA2 komersil (jadi kasusnya kayak Bandung di mana pemberangkatan KA komersil dipusatkan di BD, sedangkan KA PSO dipusatkan di KAC). Untuk angkutan masal, perlu dijalankan lagi KA komuter di Malang Raya, mengingat kemacetan di Malang Raya makin gak karuan, terutama Lawang-Malang. Rangkaiannya bisa pake model KRD Bandung Raya (K3, KP3, loko - mungkin namanya jadi KRD Malang Raya kali yak...
- Malabar (ML-BD PP), April 2010.
- Majapahit (ML-PSE PP), Juli 2011, sebelumnya bernama Senja Singosari dg full K2, mulai September 2012 berganti menjadi Majapahit dg full K3 AC Kemenhub.
- Malioboro Ekspres (ML-YK PP), September 2012, sejak 23 Januari 2015 menjadi 2x sehari mirip Lodaya.
- Bima (ML-SGU-GMR PP), Februari 2014, sebelumhya hanya melayani rute SGU-GMR PP, sejak Februari 2014 diperpanjang ke ML.
- Jayabaya (ML-SGU-SBI-PSE), Oktober 2014.
- Ditambah KA2 yg sudah beroperasi lebih dulu di ML, seperti Penataran-Dhoho/Tumapel (SB-ML-BL-BRN/SKM-SB), Gajayana (ML-GMR PP), Matarmaja (ML-PSE PP), dan Tawang Alun (MLK-BW PP).
 ) Semoga pihak yg berwenang membaca & memiliki solusi untuk mengatasi kesemrawutan stasiun ML ini...Â
Saran untuk yg KA dari MLK bisa Matarmaja, Tawang Alun, Natdho, sma Tumapel
Untuk KA Komuter bisa relasi BG-KPN yg berhenti tiap stasiun
Menerima pemesanan Tiket KA Online 
------------------------------------------
Kunjungi blog sederhana ku : syahrul0702.blogspot.com
Facebook : Syahrul Arduktim Sevenfour
Pin BBM : 56C2E1BA
Line : syahrulmanchunian
Sms : 083854710017
Terima kasih

------------------------------------------
Kunjungi blog sederhana ku : syahrul0702.blogspot.com
Facebook : Syahrul Arduktim Sevenfour
Pin BBM : 56C2E1BA
Line : syahrulmanchunian
Sms : 083854710017
Terima kasih



 ) Semoga pihak yg berwenang membaca & memiliki solusi untuk mengatasi kesemrawutan stasiun ML ini...